Trayek Bus Damri Manado-Dumagin Melonjak Jelang Ramadan, Inilah Penyebabnya

Menjelang bulan suci Ramadan terjadi peningkatan arus penumpang jalur Manado-Dumagin, Bolsel.

Trayek Bus Damri Manado-Dumagin Melonjak Jelang Ramadan, Inilah Penyebabnya
TRIBUN MANADO/FELIX TENDEKEN
Penumpang bus Damri Manado-Dumagin 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Menjelang bulan suci Ramadan terjadi peningkatan arus penumpang jalur Manado-Dumagin, Bolsel.

Demikian dikatakan Indrawan Idris, staf operasi loket Bus Damri di Terminal, Malalayang, Manado, Selasa (15/5).
"Mengalami peningkatan drastis pada hari biasa sekitar 50 persen, tapi saat ini meningkat jadi 100 persen," ujar Iwan, sapaan akrabnya.

Pada hari biasa rata-rata jumlah penumpang baik yang menuju Bolsel atau sebaliknya hanya sekitar 15 orang, namun tiga hari ini meningkat 25 orang sekali angkut.

"Pada hari Sabtu 25 orang, Minggu 25 orang, Senin 22 orang, dan hari ini sebanyak 25 orang," ujarnya.
Kata dia, dengan keterbatasan sarana angkut, pihaknya kewalahan untuk mengangkut penumpang. Bahkan ada yang harus rela tidak mendapatkan tiket dan kembali pulang.

"Kami tinggal memanfaatkan bangku VIP, agar sebagian penumpang tidak telantar," ujarnya.
Kata dia, semenjak bus yang melayani trayek Manado-Pinolosian tidak beroperasi, penumpang harus datang lebih pagi untuk mendapatkan tiket. "Telat datang tidak dapat tiket," ujarnya.

Kata dia, usul penambahan bus sudah berkonsultasi dengan pihak terkait agar sesegera mungkin bus ditambah untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang jelang Ramadan.

"Rata-rata yang pulang ke kampung halaman di Bolsel untuk berziarah ke kubur keluarga, membersihkan, dan memasang lampu," ujar Indra

Ami, warga Bolaang Uki satu di antara pengguna armada bus membenarkan hal tersebut, pada awal bulan puasa biasanya pulang kampung untuk membersihkan kuburan orang tua.
"Rutin kami lakukan bersama dengan kerabat dan keluarga," ujarnya.

Senada diucapkan oleh Saiful warga Posigadan, jelang bulan puasa sebagian besar umat Muslim yang sudah menetap di kota besar pulang untuk membersihkan kubur.

"Selain berziarah kami juga memohon doa, nah biasanya kalau mau pulang kampung kami mengandalkan armada bus sampai ke Molibagu, lalu pindah menggunakan armada angkutan lain menuju Posigadan," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved