Semangat Mengampuni Pelaku Terorisme, Bagaimana Sains Menjelaskannya?

Pasca bom bunuh diri di Surabaya, Paroki Santa Maria Tak Bercela (SMTB) mengeluarkan surat pernyataan sikap.

Semangat Mengampuni Pelaku Terorisme, Bagaimana Sains Menjelaskannya?
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Suasana setelah ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Jaya Utara, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). dua orang tewas dan 13 orang menderita luka akibat ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pasca bom bunuh diri di Surabaya, Paroki Santa Maria Tak Bercela (SMTB) mengeluarkan surat pernyataan sikap yang salah satu isinya adalah Gereja Katolik dengan tulus mengampuni para pelaku teror.

Surat yang ditandatangani oleh Pastor Kepala Paroki SMTB, A Kurdo Irianto, tersebut juga mengajak seluruh umat Katolik untuk selalu berbuat baik dan ikut memberi pengampunan yang tulus.

"Karena pengampunan adalah pintu yang terbuka untuk masa depan yang lebih bermartabat bagi bangsa Indonesia," tulisnya, seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (14/5/2018).

Selain Paroki SMTB, Rosalia Siswaty melalui akun Facebook-nya juga mengatakan hal serupa.

Ibu dari Aloysius Bayu Rendra Wardhana, koordinator relawan keamanan SMTB yang meninggal karena menghadang teroris bermotor, ini berkata bahwa semua umat Kristen, termasuk keluarganya, “selalu dan harus mengasihi” para teroris.

Terkait pernyataan Paroki dan keluarga Bayu, Dra A Kasandra Putranto, seorang psikolog klinis dan forensik dari Kasandra & Associates, memberikan tanggapannya melalui pesan singkat yang diterima Kompas.com, Senin (14/5/2018).

Dia berkata bahwa dalam keyakinannya, umat Katolik memang secara khusus dilatih untuk selalu mencari pengampunan dan memberi ampun bagi orang yang bersalah kepada mereka.

“Bahkan kematian sebagai sebuah kebebasan,” ujarnya.

Harapannya, kata Kasandra, umat Katolik bisa mencapai keikhlasan dengan lebih cepat.

Dalam ilmu psikologi sendiri, dikenal Teori Memaafkan atau Forgiveness Theory.

Halaman
123
Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help