Satgas Pangan Polda Incar Pelaku Usaha 'Nakal' Manfaatkan Momen Hari Besar

Polda Sulut membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk melakukan pengawasan soal pangan, Satgas ini juga siap menjaring pelaku usaha 'nakal'

Satgas Pangan Polda Incar Pelaku Usaha 'Nakal' Manfaatkan Momen Hari Besar
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Rapat Koordinasi Stabilitas harga dan Pasokan Pangan di kantor Gubernur 

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Polda Sulut telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan dikepalai Ditreskrimsus Polda Kombes Dedi Sofiandi.

Tak hanya melakukan pengawasan soal pangan, Satgas ini juga siap menjaring pelaku usaha 'nakal' 

 Kombes Dedi mengatakan, Satgas dibentuk dalam upaya pengendalian harga pangan, jika naiknya karena mekanisme pasar itu hal yang normal tapi jika ada ulah oknum yang coba mempermainkan harga, Satgas siap menindaki

"Kita selalu mengawasi, ada Intel turun memantau di lapangan mengatasi masalah bahan pokok. Kenapa dibentuk satgas pangan karena selama ini masalah pangan tial hari besar naik singinfikan naik tinggi. Itu dibentuk untuk meredam, kita diperintahkan memantau bahkan sampai di daerah," kata dia saat rapat koordinasi bersama Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, Pelaku Usaha dan Bulog di kantor Gubernur, Selasa (15/5/2018).

Satgas kata Dedi mencegah jangan ada pemain cari keuntungan dengan cara yang cutang.

"Satgas akan monitor kita akan bantu kendalikan harga. Prinsipnya satgas tak ada anggaran tapi bisa berjuang. Bukan hanya di Polda bahkan  sampai ke polres. Sudah masuk bukan puasa ada beberapa kenaikan, kami akan pantau terus," ujarnya lagi.

Ia mencontohkan masalah cabe rawit melonjak sampai Rp 100 ribu. Kalau sudah begini biasanya Satgas turun dan panggil  para pedagang  sampai distributor

"Kita tanyakan kenapa naiknya, biasanya alasanmya ketersediaan pemasok di wilayah Gorontalo Bolmut , kita cek lagi betul atau tidak," ungkapnya.

Setiap data pengawasan, kata Dedi dilaporkan ke Pusat, baik ketersedian pasokan dan harga

Ia mengungkapkan, memang saat ini harga bahan pokok lada umumnya stabil, tapi jangan terjebak pola pemikiran cuma naik sedikit

"Kenaikan berkisar 100 tetap naik. Naik Rp 100 - Rp 200 tetap jadi beban. Itu ibu rumah tangga tetap jadi beban," kata dia.

Agar pengawasan di lapangan berjalan efektif, Kombes Dedi meminta pemerintah daerah dalam hal ini Tim Pengendali Inflasi Daerah terus berkoordinasi dengan Satgas

"Antisipasi ada pemain cari keuntungan hari besar, menghadapi puasa idul Fitri. Harapkan kerja sama baik di tingkat provinsi dan kota kabupaten," ujarnya. 

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help