Makam Digembok, Ditolak Warga dan Keluarga, Begini Kondisi Jenazah Pelaku Bom Gereja Surabaya

Pasalnya, Puji sudah sejak lama berpisah dengan keluarga di Banyuwangi, dan diasuh oleh bibinya di Magetan.

Makam Digembok, Ditolak Warga dan Keluarga, Begini Kondisi Jenazah Pelaku Bom Gereja Surabaya
Polisi mengevakuasi jenazah pelaku bom di Mapolrestabes Surabaya menuju kamar mayat RS Bhayangkara Polda Jatim, Senin (14/5/2018). Total korban bom di Surabaya, di 3 Gereja dan Polrestabes Surabaya menjadi 22 orang meninggal dunia. (SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ) 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Jenazah pelaku bom Surabaya, Puji, ditolak keluarga dimakamkan di Banyuwangi.  

"Puji itu bukan warga Banyuwangi. Sudah seharusnya ikut suaminya di Surabaya untuk dimakamkan," jelas Rusiono, anggota keluarga Puji melansir Surya.co.id.

Meskipun memiliki hubungan kerabat dan orangtua Puji tinggal di Banyuwangi, pihak keluarga tak ingin jenazah dimakamkan di Banyuwangi.

 
Pasalnya, Puji sudah sejak lama berpisah dengan keluarga di Banyuwangi, dan diasuh oleh bibinya di Magetan.

Apalagi keluarga sebelumnya tidak merestui hubungan dengan sang suami, Dita Supriyanto.

"Pihak keluarga sebelumnya juga tak menerima perbedaan prinsip yang dianut Puji," ungkap Rusiono.

Baca: Viral, Wanita Ini Jambak Rambut Pelakor saat Check-in di Bandara Bersama Suaminya, Lihat Videonya

Sementara, Kepala Desa Tembokrejo, Sumarto, pihaknya siap membantu apabila keluarga menginginkan jenazah Puji dimakamkan di Banyuwangi,.  

"Apabila keluarga menghendaki, kami siap membantu untuk menerima jenazah dikubur di sini. Namun itu semua tergantung pihak keluarga," kata Sumarto, Senin (13/5/2018).

j
Sekeluarga pelaku bom di Surabaya.

Makam Digembok

Hal sama juga di area pemakaman jalan Makam Tembok Gede, Surabaya.

Halaman
123
Editor: Valdy Suak
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help