Komnas PA Kutuk Aksi Terorisme yang Libatkan Anak Dibawah Umur

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengutuk keras tindakan aksi teror yang belakangan terjadi di beberapa daerah

Komnas PA Kutuk Aksi Terorisme yang Libatkan Anak Dibawah Umur
Ist
Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait, 

Laporan Wartawan Tribun Manado Indri Fransiska Panigoro

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID -- Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mengutuk keras tindakan aksi teror yang belakangan marak terjadi di wilayah Surabaya dan dibeberapa titik di Jawa Timur dengan melibatkan anak, baik sebagai pelaku maupun korban.

Menurut Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap pelibatan anak dalam sejumlah aksi teror di Surabaya.

"Sudah jelas ini merupakan perampasan terhadap hak hidup anak secara paksa. Jadi untuk yang satu ini tidak ada toleransi dari kami," kata Arist kepada Tribun Manado, Rabu (16/05/2018) siang via WhatsApp.

Ia berpendapat, hal ini juga merupakan kejahatan terhadap harkat dan martabat manusia serta merupakan perbuatan keji dan tidak berperikemanusian.

"Aksi teror dengan melibatkan anak dibawah usia 18 tahun dalam aksi teror bom bunuh diri merupakan perbuatan keji dan tidak berperikemanusiaan serta merupakan kejahatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan," ujar nya.

Arist mengatakan, tidak heran dengan modus baru baru yang digunakan oleh para teroris dengan melibatkan anak dibawah umur.

"Dua tahun lalu saya sudah sampaikan untuk berhati-hati dengan modus baru dengan melibatkan anak dibawah umur," kata Arist.

Pihaknya pun menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai modus baru ini serta paham radikalisme dan ujaran kebencian yang marak beredar disekitar kita.

"Kami menghimbau masyarakat mewaspadai modus baru aksi terorisme yang melibatkan anak serta laham radikalisme dan ujaran kebencian yang ditanamkan oleh orang tua kepada anaknya," ucapannya.

Penulis: Indry Panigoro
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help