Lima Pimpinan Agama di Kotamobagu Bersatu Tolak Terorisme.

Lima pimpinan agama di Kotamobagu berdoa meminta kerukunan dan kedamaian antar umat di deklarasi tolak terorisme

Lima Pimpinan Agama di Kotamobagu Bersatu Tolak Terorisme.
TRIBUNMANADO/VENDI LERA
Lima pemuka agama bersama bergandengan tangan mengdeklarasi tolak hoax dan segala bentuk terorisme 

Laporan Wartawan Tribun Manado Vendi Lera

KOTAMOBAGU, TRIBUNMANADO.CO.ID - Lima pimpinan agama di Kotamobagu, berdoa meminta kerukunan dan kedamaian antar umat di deklarasi tolak terorisme di lapangan Boki Hotinimbang, Selasa (15/5/2018).

Lima pemimpin agama yakni Katolik, Protestan, Islam, Budha dan Hindu secara bergantian menaikan doa kepada Tuhan, meminta kedamaian serta persatuan antar umat beragama tetap solid.

Berdasarkan pantauan tribunmanado.co.id. lima pemuka agama bersama bergandengan tangan mengdeklarasi tolak hoax dan segala bentuk terorisme yang berpotensi mengangu keamanan dan ketertiban masyarakat Kotamobagu.

Mereka secara bergantian menandatangi deklarasi menolak segala bentuk teror, serta sepakat menjaga kesatuan antar umat beragama di Kotamobagu.

Hadir juga seluruh Forkopinda, Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan serta seluruh elemen masyarakat Kotamobagu.

"Saya minta masyarakat Kotamobagu, tetap waspada terhadap orang asing yang masuk ditiap desa/kelurahaan," ujar Pjs Wali Kota Kotamobagu, Muhammad Rudi Mokoginta.

Kata dia, siskamling di 33 desa/kelurahaan lebih tingkatkan, untuk mengantisipasi masuk terorisme di Kotamobagu.

Kapolres Bolmong AKBP Gani Siahaan mengatakan, kejadian di Surabaya pada Minggu hingga Senin (14/5/2018), memotivasi dan memperkuat kerukunan antar umat beragama.

"Jangan pernah terpancing dengan segala isu. Kita harus bersama-sama melawan terorisme dengan tetap bersatu seluruh agama di Indonesia," ujar Gani Siahaan.

Ketua MUI Kotamobagu, Dani Pontoh mengatakan, kejadian di Surabaya, pelajaran, bahwa harus terus menjaga persatuan serta semangat kerukunan.

Kata Dani, tidak ada dalam Alquran, mengajarkan umatnya melakukan teror atau menghilangkan nyawa manusia.

"Menghilangkan nyawa seseorang, tidak dikehendaki oleh Allah dan Nabi Muhammad SAW," ujar Dani Pontoh.

Ia menambahkan, Kotamobagu, sampai hari ini kerukunan antar umat beragama terjaga dengan baik. Maka seluruh umat harus bergandengan tangan lawan terorisme di Indonesia.

Penulis: Vendi Lera
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help