Perbankan Mulai Ancang-ancang Ikuti Kenaikan Suku Bunga Acuan BI

Meski begitu, NIM bank secara industri menurun bila dibandingkan dengan akhir Maret 2017 yang sempat menyentuh 5,38%.

Perbankan Mulai Ancang-ancang Ikuti Kenaikan Suku Bunga Acuan BI
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sampai dengan akhir Maret 2018, rasio margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perbankan masih cukup tinggi yakni mencapai 5,07%. Angka tersebut meningkat dari bulan sebelumnya 5%.

Meski begitu, NIM bank secara industri menurun bila dibandingkan dengan akhir Maret 2017 yang sempat menyentuh 5,38%. Berkurangnya NIM perbankan salah satunya didorong dari pendapatan bunga bersih yang hanya bergerak tipis menjadi Rp 343,58 triliun. Capaian tersebut menurun tipis 2,26% dibanding posisi Maret 2017 Rp 335,79 triliun atau year on year (yoy).

Direktur Keuangan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menilai pada awal tahun NIM memang cenderung tidak banyak bergerak. Adapun, sampai dengan April 2018 posisi NIM BTN menurut Iman masih di level 4,21% alias tak banyak berubah dari posisi kuartal I 2018 lalu.

"NIM BTN biasanya awal tahun lebih tertekan, posisi sekarang 4,21%. Tapi target kita kan 4,5% sampai 5% akhir tahun," katanya saat ditmeui di Jakarta, Senin (14/5). Menurut Iman, posisi NIM saat ini masih bisa berubah terutama atas sentimen akan dinaikkannya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7 days reverse repo rate (7DRR).

Bank bersandi emiten bursa BBTN ini menyebut bila bunga acuan naik maka perbankan akan secara bertahap menaikkan bunga simpanan dan berlanjut pada bunga kredit. Bila kedua hal ini sudah terjadi, maka pendapatan bunga bank pun akan berdampak.

"Pendapatan bunga otomatis kalau cost of fund (biaya dana) naik. Kami akan sesuaikan tingkat suku bunganya, transimisnya biasanya cepat karena kalau tidak cepat nanti marginnya turun dan berpengaruh ke profit," tambah Iman.

Sebelumnya, BI diprediksi akan menaikkan bunga acuannya sebanyak 25 sampai 50 basis poin (bps). Iman menilai, kenaikan bunga kredit tidak akan sebesar dengan perubahan bunga acuan.

"Pasti naik (bunga kredit) tapi perlahan tidak langsung ke 25 bps juga. Karena deposito ada juga yang jatuh tempo 1, 3 dan 6 bulan. Kalau sudah disesuaikan baru kami kasih bunga lebih tinggi," katanya.(ktn)

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help