Menanti Data Ekonomi, IHSG Diproyeksi Melemah pada Awal Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah pada hari ini, Senin (14/5), dipicu penantian data ekonomi April 2018.

Menanti Data Ekonomi, IHSG Diproyeksi Melemah pada Awal Pekan
Kontan
IHSG

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak melemah pada hari ini, Senin (14/5), dipicu penantian data ekonomi berupa neraca perdagangan April 2018 dan pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG BI) pada pertengahan pekan ini.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengungkapkan data neraca perdagangan baru akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) esok, Selasa (15/5) dan hasil RDG BI pada Kamis (17/5).
Lihat juga: IHSG Terangkat 'Sinyal' Kenaikan Suku Bunga Acuan

"Jadi tidak ada data makroekonomi domestik pada hari Senin," ungkap Nafan kepada CNNIndonesia.com.

Sementara itu, ia berpendapat aksi terorisme berupa ledakan bom di tiga gereja di Surabaya pada Minggu (13/5) tidak membuat pelaku pasar khawatir untuk berinvestasi di Indonesia.

"Situasi dan kondisi keamanan pasca aksi teror tersebut sudah kondusif karena telah ditangani dengan baik oleh aparat keamanan. Sehingga tidak memberikan pengaruh negatif," papar Nafan.

Dengan kata lain, prediksi pergerakan IHSG yang negatif hanya karena minim sentimen positif di pasar, pelaku pasar menantikan data ekonomi baru rilis hari berikutnya. Makanya, Nafan memproyeksi IHSG berada dalam rentang support 5.865 dan resistance 6.069.

Senada, Analis Samuel Sekuritas Muhammad Al Fatih menilai kasus serangan teroris hanya memiliki pengaruh tipis terhadap pergerakan bursa efek. Sejauh ini, pergerakan IHSG hanya akan dimotori oleh data ekonomi.

"Pengaruh terbesar adalah dari data ekonomi seperti cadangan devisa, suku bunga The Fed, dan lain-lain," ujar Al Fatih.

Sementara itu, Analis Anugerah Sekuritas Indonesia Bertoni Rio memprediksi IHSG selama satu pekan ini berpeluang menguat hingga ke level 6.175 karena BI diprediksi menaikkan suku bunga acuan sekitar 20-25 basis poin.

"Suku bunga acuan BI naik maka cenderung menstabilkan rupiah terhadap dolar AS," ujar Bertoni.

Selain itu, neraca perdagangan April 2018 juga diproyeksi surplus sehingga menambah amunisi bagi IHSG. Untuk itu, Bertoni optimis IHSG tidak akan bergerak di bawah 5.900 pekan ini.

Sebagai informasi, IHSG sepanjang pekan lalu melonjak 2,84 persen ke level 5.956 dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang berakhir di level 5.792.

Editor: Fernando_Lumowa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help