Palapa Ring Timur Ditargetkan Beroperasi Akhir 2018

PTT menargetkan seluruh jaringan kabel serat optik proyek Palapa Ring Timur selesai digelar dan bisa beroperasi pada akhir 2018.

Palapa Ring Timur Ditargetkan Beroperasi Akhir 2018
-
Ilustrasi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - PT Palapa Timur Telematika (PTT) menargetkan seluruh jaringan kabel serat optik proyek Palapa Ring Timur selesai digelar dan bisa beroperasi pada akhir 2018.

GM Project Implementation PTT, Benyamin Sembiring mengatakan saat ini proses pengerjaan keseluruhan Palapa Ring Timur sudah mencapai 50 persen dari total rencana penggelaran kabel sekitar 8.454 kilometer.

“September itu kita targetkan selesai pengerjaan penggelaran kabel optik ini. Jadi, akhir tahun ini layanan broadband sudah bisa dirasakan,” ujar pria yang akrab disapa Ben tersebut, saat ditemui di sela-sela penggelaran kabel serat optik bawah laut di Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (11/5/2018).

"Dengan adanya Palapa Ring ini, di Papua tidak ada lagi kabupaten yang tidak dilalui broadband," imbuhnya.

Sebelumnya, Ben mengatakan proses penggelaran kabel bawah laut di proyek Palapa Ring Timur memakai tiga kapal.

Untuk penggelaran di laut dangkal, salah satunya dari Teluk Bintuni ke Tangguh, akan memakai kapal Nostag 10. Sedangkan di laut yang lebih dalam memakai kapal Pacific Guardian dan Teliri.

GM Project Implementation PTT, Benyamin Sembiring saat membuka penggelaran kabel laut perdana Palapa Ring Timur, Jumat (11/5/2018)
GM Project Implementation PTT, Benyamin Sembiring saat membuka penggelaran kabel laut perdana Palapa Ring Timur, Jumat (11/5/2018) ()

Total bentangan kabel serat optik yang bakal digelar oleh kapal Nostag 10 adalah 743,9 kilometer. Kabel tersebut menghubungkan wilayah Bintuni, Tangguh, Teminambuan, Timika, Agats, dan Kepi.

Kapal Pacific Guardian akan menggelar kabel serat optik dengan panjang total 1620,4 kilometer.

Rencananya ada tiga segmen yang akan dikerjakan menggunakan kapal ini, yaitu segmen 1 mencakup wilayah  Waingapu, Sabu, Baa, dan Kupang; segmen 2 mencakup Alor, Wetar, dan Tiakur; serta segmen 3 mencakup Saumlaki. Tual, dan Dobo.

Sedangkan kapal Teliri akan menggelar kabel serat optik dengan panjang total 1950,2 km. Kapal ini membagi pekerjaan dalam dua segmen, yaitu segmen 1 mencakup Manokwari, Numfor, Sorendiweri, Biak, Seruwi, Botawa. Nabir,  Raisiei, dan Ransiki; serta segmen 2 mencakup Tiakur, Saumlaki, Dobo, dan Timika.

Pembangunan jaringan serat optik Palapa Ring paket timur ini dapat menjangkau sekitar 35 kota atau kabupaten di wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, hingga pedalaman Papua.

Wilayah tersebut akan dibentangkan kabel serat optik dengan kapasitas bandwidth 80 Gbps dan memiliki total nilai proyek Rp 5,1 triliun.

Pemerintah juga telah mencanangkan bahwa Palapa Ring merupakan salah satu proyek strategis nasional.

Harapannya Palapa Ring bakal mewujudkan tulang punggung telekomunikasi berbasis serat optik di berbagai daerah terpencil dan terluar di Indonesia.

Proyek ini dibagi menjadi tiga paket pengerjaan, yakni Palapa Ring Barat, Tengah dan Timur.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help