Ibadah Kenaikan Yesus, Pdt Sompe Minta Jemaat GMIM Imanuel Bahu Senantiasa Bersukacita  

Keluarga besar Jemaat GMIM Imanuel Bahu punya cara tersendiri merayakan Kenaikan Yesus ke surga, Kamis (10/05/2018).

Ibadah Kenaikan Yesus, Pdt Sompe Minta Jemaat GMIM Imanuel Bahu Senantiasa Bersukacita   
Istimewa
Wakil Ketua BPMS GMIM Bidang APP, Pdt Dan A. Sompe MTh memimpin ibadah Kenaikan Yesus GMIM Imanuel Bahu di de' Corlano, Malalayang, Kamis (10/05/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Keluarga besar Jemaat GMIM Imanuel Bahu punya cara tersendiri merayakan Kenaikan Yesus ke surga, Kamis (10/05/2018).

Untuk kedua kalinya, ibadah Kenaikan Yesus digelar di alam terbuka. Seperti tahun  lalu, ibadah kenaikan Yesus GMIM Imanuel Bahu digelar di de’ Corlano, Puncak Malalayang.

Jemaat khusyuk mengikuti ibadah yang dikemas dalam liturgi KPI (Kebaktian Penyegaran Iman). Jemaat beribadah sambil memandang indahnya lansekap Kota Manado. Lengkap dengan pemandangan memukau Teluk Manado dan Manado Tua.

Paduan Suara W/KI Imanuel Bahu
Paduan Suara W/KI Imanuel Bahu (Istimewa)

Pdt Dan Anthonius Sompe MTh dalam khotbahnya yang mengacu Injil Lukas 24 mengatakan, kenaikan Yesus ke surga menjadi momen jemaat untuk bersukacita.

Ia menegaska, ada perbedaan makna antara senang dan sukacita. Senang, kata Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM (BPMS) Bidang Ajaran Pembinaan dan Penggembalaan ini, tergantung keadaan.

Manusia kerap senang ketika apa yang diimpikan, diidam-idamkan menjadi kenyataan. Menjadi tidak senang ketika realitas tak sesuai apa yang didamba-dambakan.

Jemaat tampil atraktif lengkap dengan seragam
Jemaat tampil atraktif lengkap dengan seragam (istimewa)

“Sementara, sukacita itu tanpa syarat. Dalam segala hal, berduka, bersuka, kekurangan, kelebihan, tetap bersukacita. Mengapa? Sebab sukacita adalah ekspresi iman, buah dari iman Kristen,” kata Sompe.

Lalu bagaimana agar kita bisa bersukacita senantiasa? “Sumbernya adalah Yesus Kristus. Sebagaimana murid-murid Yesus yang menemukan sumber sukacita, demikiannya jemaat,” katanya.

Atraksi Anak Sekolah Minggu (ASM) Imanuel Bahu
Atraksi Anak Sekolah Minggu (ASM) Imanuel Bahu (Istimewa)

Usai ibadah perayaan dilanjutkan dengan aneka lomba seperti lari karung, lari kelerang yang melibatkan BIPRA (Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja dan Anak).

Perlombaan ini memberi keceriaan kepada jemaat. Apalagi, di akhir perlombaan, diserahkan hadiah untuk seluruh pemenang dan pencabutan doorprize.

Ketua BPMJ GMIM Imanuel Bahu, Pdt Jenny Bato-Tulungen STh mengapresiasi pemberian diri jemaat yang berpartipasi dalam perayaan Paskah hingga Kenaikan Yesus.

“Rangkaian perayaan dimulai sejak pembukaan awal Maret lalu dan berakhir pada ibadah kenaikan ini,” kata Jenny.

Lomba lari karung Pria/Kaum Bapa (P/KB) antarkolom
Lomba lari karung Pria/Kaum Bapa (P/KB) antarkolom (istimewa)

Sementara, Ketua Panitia Perayaan Paskah Jemaat GMIM Imanuel Bahu, Dr Deby Damongilala-Rayer berterima kasih kepada seluruh jemaat yang memberi topangan sehingga rangkaian kegiatan sukses.

“Semuanya berkat campur tangan Tuhan dan dukungan doa, moril dan materil dari jemaat,” ujar akademisi Unima ini.

Editor: Fernando_Lumowa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved