Fenomena PSK di Manado

News Analysis - Fenomena PSK di Manado, Jalan Pintas Cari Uang Mudah

Lahirnya fenomena pekerja seks komersial karena daya tarik dari Kota Manado sehingga banyak anak-anak muda yang mengadu nasib tapi tak berhasil

News Analysis - Fenomena PSK di Manado, Jalan Pintas Cari Uang Mudah
Ist
Sosiolog Unima Orof Ferdinand Kerebungu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Secara geografis, Kota Manado punya daya tarik sebagai kota. Sehingga banyak orang dari desa, datang ke Ibukota Provinsi Sulawesi Utara ini.

Kondisi ini pula yang menyebabkan lahirnya fenomena pekerja seks komersial. Demikian Prof Dr Ferdinand Kerebungu M.Si, Guru Besar Sosiologi FIS Universitas Negeri Manado.

Menurutnya, anak-anak sekarang tak terbiasa bekerja kasar seperti di sawah atau di kebun. Mereka cenderung lebih suka mencari pekerjaan di kota, dengan bayangan mudah mendapat pekerjaan.

"Mereka tak menyadari bahwa pekerjaan di kota menuntut keterampilan. Pekerjaan apa saja itu. Jadi SPG saja harus ada pengalaman kerja," ujar Ketua Prodi S2 Pendidikan IPS PPs Unima, Selasa (1/5) ini.

Namun sayang, mereka yang datang dari desa tak punya pengalaman kerja. Jangankan itu, bahkan ada yang tak lulus SMA dan nekat datang di kota.

"Mau lanjut sekolah, tak punya biaya. Sebenarnya ada beasiswa untuk kuliah, tapi masalahnya mereka tak punya nilai bagus. Tak ada prestasi akademik, maupun di luar akademik," ujarnya.

Dengan kondisi itu, mereka akhirnya datang di kota dengan harapan dapat pekerjaan. Tapi rupanya kenyataan tak sesuai harapan mereka. Mau jadi pedagang kaki lima, harus punya modal, demikian Prof Kerebungu.

Kemudian datanglah tawaran bagaimana mendapatkan uang dengab mudah. Kemudian dikenalkanlah mereka dengan dunia malam yang menggiurkan.

"Mereka yang awalnya coba-coba, malu-malu akhirnya terbiasa. Karena tanpa kerja susah-susah, penghasilannya banyak. Paling pokok bagi mereka mendapat uang dengan mudah," ujarnya.

"Sebenarnya fenomena seperti ini bukan hanya terjadi pada gelandangan, atau anak miskin dan tak terdidik, tapi juga di kalangan mahasiswa," ucapnya.

Pemerintah seharusnya cekatan melihat kondisi ini. Dinas terkait seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, UMKM dan dinas lainnya bisa berkolaborasi memberantas masalah ini.

"Yang penting, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak punya data riil berapa PSK di Kota Manado. Kalau tahu jumlahnya, bisa jalankan program. Kan ada dana, hanya butuh komitmen pemerintah," jelasnya. 

News Analysis: Prof Ferdinand Kerebungu Sosiolog Unima

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved