Keluarga di Minahasa Yakin Jonly dan Erwin Itu Korban, Bukan Penjahat

Dua pemuda asal Sendangan ini ditembak mati anggota Ditresnarkoba Polda Sumsel dan Satres Narkoba Polresta Palembang Minggu (29/4/2018

Keluarga di Minahasa Yakin Jonly dan Erwin Itu Korban, Bukan Penjahat
tribun manado
Warga Sendangan, Sonder gotong royong bangun tenda di depan rumah duka, Senin (30/4/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Rumah Duka kediaman Erwin Oroh (26), Jonly Alvin Wowor (27) terus dipenuhi oleh tamu, baik kerabat maupun teman-teman keluarga yang berduka, Selasa (1/5/2018).

Di rumah duka yang berlokasi di Desa Sendangan, Jaga III, Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa ini sudah dipadati tamu dan kerabat sejak Senin (1/4)

Seperti diwartakan sebelumnya, dua pemuda asal Sendangan ini ditembak mati anggota Ditresnarkoba Polda Sumsel dan Satres Narkoba Polresta Palembang Minggu (29/4/2018). Alasan mereka ditembak karena berupaya melawan dan kabur ketika akan ditangkap.

Rine Wowor, tante dari Jonly tak percaya jika Jonly tewas dengan keadaan seperti ini. "Kami keluarga tidak percaya dengan musibah ini, anak ini korban, dan dia bukan penjahat yang diberitakan di media sana. Coba lihat di Polsek Sonder kalau ada namanya melanggar aturan di desa," kata tante Rine.

Ibu rumah tangga ini juga mengatakan, sosok Jonly dimatanya dan keluarga sangat rajin dan suka bersosialisasi bermasyarakat. "Anak ini rajin, ibunya sudah janda. Meskipun dia anak bungsu, tapi almarhum adalah tulang punggung keluarga, kami harap jenazah keponakan dan saudara kami ini dipulangkan ke desa kelahiran mereka," harapnya.

Ia menceritakan bahwa ulang tahun almarhum Jonly tepat di 29 April dimana ia diinformasikan tewas ditembak. "Kasihan, kami sudah mau mengatur untuk ibadah ulang tahun Jonly tapi terjadi seperti ini. Jonly sempat mengatakan, meskipun ia baru saja berangkat mencari kerja, ia katanya mau pulang merayakan ulang tahunnya di kampung. Ternyata pulang kampung dalam keadaan tidak bernyawa, Oh Tuhan tolong," katanya.

Begitu juga dengan Erwin, ia menilai kerabat sebayanya ini adalah setia kawan dan baik ketika berkumpul bersama. "Setahu kami teman kami itu mereka berdua ke Kendari untuk kerja di PLN," katanya.

Sosok Jonly dan Erwin di kampung menurut dia adalah sosok yang rajin serta suka bermapalus. "Kami sebagai teman juga tak menyangka menjadi seperti ini," katanya.

Menurut informasi, Kumtua Desa Sendangan berangkat ke Palembang untuk menjemput jenazah kedua warganya ini.

Sang kakak Robert Wowor mengatakan, mereka adalah keluarga tak punya . Ia berharap agar jenazah adiknya dipulangkan secepatnya.

"Kami harap agar dimudahkan pemulangan jenazah ke Desa Sendangan. Bagaimana mau jemput adik saya kami tidak berkepunyaan (tak punya uang), saya saja hanya pekerja sebagai tukang, mudah-mudahan besok Rabu jenazah sudah ada," kata dia.

Desa Sendangan masuk dalam wilayah hukum Polres Tomohon dan masuk dalam pemerintahan Kabupaten Minahasa.

Sementara, Kapolres Tomohon, AKBP I Ketut Agus Kuamayadi mengatakan, pihaknya tidak menerima informasi untuk pengawalan kedua jenazah ini. "Kami belum dapat informasi sampai saat ini," kata Kusmayadi. (*)

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Charles_Komaling
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved