Donald Trump Pantas Dapat Hadiah Nobel Perdamaian: Begini Kata Presiden Korsel

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan Presiden AS Donald Trump pantas untuk menerima hadiah Nobel Perdamaian

Donald Trump Pantas Dapat Hadiah Nobel Perdamaian: Begini Kata Presiden Korsel
Kompas.com
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korsel Moon Jae-in 

TRUBUNMANADO.CO.ID, SEOUL - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan Presiden AS Donald Trump pantas untuk menerima hadiah Nobel Perdamaian atas peranannya dalam pembahasan denuklirisasi Semenanjung Korea dan mengakhiri perang antar-Korea.

Pernyataan Presiden Moon itu disampaikan saat dirinya menerima ucapan selamat dari mantan Ibu Negara Korsel Lee Hee-ho, yang juga adalah istri mendiang presiden Korsel terdahulu, Kim Dae-jung.

Dilansir dari Fox News, Lee berkomentar jika Presiden Moon pantas mendapat Nobel Perdamaian atas upayanya mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea.

Namun Moon justru menjawab pujian itu dengan menyebut Trump sebagai sosok yang pantas mendapat penghargaan.

"Presiden Trump yang lebih pantas menerima hadiah Nobel. Apa yang kita butuhkan hanyalah perdamaiannya," kata Moon disampaikan pejabat Korea kepada media, Senin (30/4/2018).

Sebelumnya, mendiang mantan presiden Korsel Kim Dae-jung juga memenangkan hadiah Nobel Perdamaian pada 2000 atas perannya dalam menggelar KTT antar-Korea yang pertama.

Atas alasan itulah, Lee Hee-ho mengatakan Presiden Moon yang telah menyukseskan pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada Jumat (27/4/2018) juga pantas atas penghargaan yang sama.

KTT antar-Korea kembali dilangsungkan untuk kali ketiga. Yang kedua, pertemuan tingkat tinggi dilangsungkan pada 2007 di Pyongyang.

Dalam pertemuan yang bertempat di Gedung Perdamaian, di desa perbatasan Panmunjom itu, Moon dan Kim sempat bertemu selama sekitar 12 jam.

Pertemuan itu menghasilkan Deklarasi Panmunjom yang salah satu intinya adalah kedua pihak sepakat membahas perjanjian damai untuk mengakhiri perang Korea yang telah berhenti dengan gencatan senjata pada 1953.

Halaman
123
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved