Benarkah Klaim OJK Jika Rupiah Rp 20.000/dollar AS, Perbankan Masih Aman? Ini Dalilnya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku sudah melakukan stress test terkait dengan kondisi pelemahan rupiah

Benarkah Klaim OJK Jika Rupiah Rp 20.000/dollar AS, Perbankan Masih Aman? Ini Dalilnya
Kontan
Pemerintah menjelaskan kondisi moneter

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku sudah melakukan stress test terkait dengan kondisi pelemahan rupiah yang terjadi saat ini.

Seperti diketahui, hari ini (30/3) berdasarkan data Bloomberg, saat ini nilai tukar rupiah Rp 13.913 per dollar Amerika Serikat.

Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK bilang regulator sudah melakukan stress test bahkan di angka jika rupiah mendekati Rp 20.000 per Amerika Serikat.

"Hasilnya kondisi perbankan Indonesia masih cukup kuat," kata Wimboh dalam konferensi pers, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (30/4).

Selain stress test terkait nilai tukar, OJK juga sudah melakukan stress test terkait suku bunga.

Hal ini dengan asumsi suku bunga kredit mengalami kenaikan dalam batas tertentu. Hasilnya perbankan Indonesia secara umum masih cukup kuat.

 
Dari sisi NPL (rasio kredit bermasalah), menurut Wimboh, perbankan Indonesia juga masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan rupiah dan nilai tukar.

Terkait daya tahan perbankan Indonesia ini, menurut OJK disebabkan karena permodalan bank yang cukup tinggi yaitu mencapai 22%.

Selain itu, dari sisi net open position (NOP) juga masih terjaga dan sebagian besar berada di posisi long.

Sehingga dengan nilai tukar berapapun, menurut klaim OJK tidak berefek ke permodalan perbankan.

Rupiah dan Dollar AS
Rupiah dan Dollar AS (afp)
Halaman
1234
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved