Pilkada Serentak

Kecewa Petahana Gagal Ikut Pilkada, Pendukung DIAmi Lakukan Aksi Massa dan Bakar Motor

Simpatisan calon Walikota Makassar Ramdhan Pomanto dan Indira Mulyasari (DIAmi), aksi bakar motor di Makassar.

Kecewa Petahana Gagal Ikut Pilkada, Pendukung DIAmi Lakukan Aksi Massa dan Bakar Motor
tribunnews
Aksi bakar motor oleh massa pendukung salah satu pasangan Pilkada Kota Makassar di Monumen Mandala, Sabtu (28/4/2018) sore 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUNMANADO.CO.ID, MAKASSAR - Simpatisan calon Walikota Makassar Ramdhan Pomanto dan Indira Mulyasari (DIAmi), aksi bakar motor di Makassar. Aksi bakar motor itu dilakukan massa DIAmi tepat didepan Monumen Mandala, di Jl Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Sabtu (28/4/2018) pukul 17.15 Wita.

Massa DIAmi mengklaim motor matik Honda Scoopy dengan nomotr polisi (Nopol) DD 2723 VZ warna hitam silver milik massa pasangan calon Appi-Cicu.

Menurut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, motor yang dibakar massa pendukung DIAmi telah dipastikan bukan dari massa Appi-Cicu. "Mereka (Massa DIAmi) itu hanya klaim saja bahwa motor itu dari kelompok lain, tapi untuk dipastika lagi kita akan telisik lebih dalam lagi," kata Kombes Dicky.

Pembakaran sepeda motor Honda DD 2723 VZ itu karena kekecewaan massa DIAmi dan bentuk perlawanan terhadap matinya demokrasi di Kota Makassar.

Ratusan massa yang melakukan aksi bakar satu unit motor dan longmarch ini, kompak mengenakan pakaian hitam, mereka juga orasi secara bergantian.

Ratusan massa yang berkumpul tepat depan Monumen Mandala, pembebasan Irian Barat, Kota Makassar ini kompak mengenakan atau berpakaian hitam.

Sekitar pukul 17. 30 massa DIAmi lalu bergeser ke arah Pasar Sentral, Jl Hos Cokroaminoto kota Makassar, melewati Showroom mobil Toyota Hadji Kalla. Kemudian sekitar pukul 17.46 Wita, ada terjadi pelemparan dari arah simpatisan DIAmi yang melakukan longmarc kearah Showroom oleh orang tak dikenal (OTK).

Kombes Dicky menjelaskan, kasus itu belum dipastikan siapa yang melakukan pelemparan. Diduga, Otk itu manfaatkan kerumunan massa untuk melempar. "Kasus pelemparan ini masih dalam penyelidikan, saya belum bisa pastikan apa itu dari massa DIAmi, secepatnya pelaku itu kita tangkap," jelas Dicky.

Dicky mengimbau kepada masyarakat Makassar agar tidak cepat terprovokasi, tetap menjaga lingkungan sekitar agar Pilkada Makassar berjalan damai.(*)

Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help