Suara Pemilih GMIM Pecah, Stefanus Liow, HWB Sumakul dan Denny Tewu Berebut Kursi DPD

Suara pemilih GMIM bakal pecah untuk menentukan pilihan terhadap calon anggota DPD RI.

Suara Pemilih GMIM Pecah, Stefanus Liow, HWB Sumakul dan Denny Tewu Berebut Kursi DPD
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Stefanus Liow memberikan keterangan pers usai mendaftar sebagai calon anggota DPD RI di kantor KPU Sulut, Selasa (24/4/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Suara pemilih GMIM bakal pecah untuk menentukan pilihan terhadap calon anggota DPD RI.

Sedikitnya tiga figur utama GMIM bertarung memperebutkan suara untuk menuju Senayan. Selain petahana Stefanus BAN Liow, mantan Ketua P/KB Sinode GMIM, muncul nama Pdt Dr HWB Sumakul ThM yang tak lain mantan Ketua BPMS GMIM 2014-2018. Selain itu masih ada figur lain seperti Pdt Meiva Salindeho-Lintang STh dan Denny Tewu.

Lintang adalah anggota DPRD Sulut asal Golkar yang masih berstatus Pendeta GMIM. Ia punya basis massa di Manado dan Nusa Utara–asal sang suami Winsulangi Salindeho. Sedangkan Denny Tewu pernah duduk di DPR RI dari Partai Damai Sejahtera (PDS).

Diketahui GMIM adalah organisasi keagamaan terbesar di Sulut. Warga GMIM mencapai 32,3 persen dari 2.461.028 penduduk Sulut atau sekira 795 809.

Muncul pameo, siapa yang menguasai GMIM niscaya menguasai Sulut. Ketiganya tak ragu menyebut telah mendapat dukungan sejumlah pihak di GMIM.

Stefanus Liow mengatakan, dirinya mendapat dukungan penuh dari ketua PKB Vicky Lumentut. "Dukungan sejumlah jemaat juga signifikan," kata dia. Ia bertekad memperjuangkan aspirasi warga GMIM ke pusat.

Sumakul pun punya alasan yang kurang lebih sama."Agar supaya suara GMIM lebih didengar di pusat," kata dia. Ia merasa bisa mewakili GMIM  dengan lebih baik karena pernah menjabat Ketua Sinode.

Sementara Denny Tewu mengaku  sudah minta restu  pada Ketua Sinode GMIM Hein Arina. "Sebelum mendaftar saya sudah didoakan ketua Sinode," kata dia.

Menurut Tewu, ia berkeinginan membangun  sinergi antar semua Gereja di Sulut demi Sulut yang lebih baik. "Saya juga akan memperkuat networking antar warga Sulut di luar daerah," kata dia.

Sekretaris Umum GMIM Pdt Evert Tangel mengatakan, tak ada yang salah

dengan majunya  para tokoh GMIM ini. "Ini hak politik mereka," kata dia. Tangel berharap, para tokoh GMIM ini berpolitik dengan mengedepankan tunuan yakni membawa kesejahteraan dan damai bagi warga.

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help