Kuasa Hukum Minta 3 Saksi Ini Dihadirkan JPU, Lanjutan Sidang Dugaan Korupsi Pemecah Ombak Minut

Kuasa hukum terdakwa dr Rosa Tindajoh meminta agar JPU segera mengahadirkan 3 saksi dalam sidang dugaan korupsi proyek pemecah ombak Desa Likupang.

Kuasa Hukum Minta 3 Saksi Ini Dihadirkan JPU, Lanjutan Sidang Dugaan Korupsi Pemecah Ombak Minut
ISTIMEWA
Sidang dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Desa Likupang, Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kuasa hukum terdakwa dr Rosa Tindajoh meminta agar jaksa penuntut umum (JPU) segera mengahadirkan 3 saksi dalam sidang dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Desa Likupang, Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara.

Hal itu dikatakan oleh Michael R. Dotulong ketik dihubungi Tribun Manado, Jumat (27/4/2018).

Ia mengatakan ketiga saksi tersebut yakni Decky Lengkey, Alex Panambunan, dan Rio Permana.

"Keterangan dari ketiga saksi ini diperlukan untuk pembelaan klien kami," ujarnya.

Michael jug merasa heran, kenapa ketiga saksi ini tak kunjung dihadirkan padahal nama mereka sudah sering disebutkan dalam beberapa kali persidangan.

"Kalau jaksa tidak menghadirkan mereka bertiga, maka ini ada apa-apanya. Selain itu jaksa juga tidak serius dalam menyelesaikan kasus ini jika mereka bertiga tidak hadir," kata Michael.

Sementara itu, JPU Bobby Ruswin sudah mengatakan bahwa pihaknya sudah mencoba beberapa kali memanggil ketiga saksi.

"Kami sudah menyurat, dan telepon tapi belum ada respon. Jika disebut main-main saya rasa itu tidak mungkin, karena semua ada prosedurnya," pungkasnya.

Diketahui kasus dugaan korupsi pemecah ombak desa Likupang Minahasa Utara ini bergulir di Kejati Sulut sejak tahun 2016.

Kasus ini dilaporkan oleh salah satu LSM yang menemukan keganjalan bahwa proyek berbandrol Rp 15 Miliar tersebut, tidak melaui proses tender melainkan penunjukkan langsung.

Kejati Sulut kemudian menyeret tiga terdakwa ke meja hijau yakni Rosa Tindajoh mantan kepala BPBD Minut, Robby Moukar selaku kontraktor, dan Steven Solang selaku PPK.

Tak lama kemudian, Kejati Sulut juga menetapkan satu tersangka baru, yakni Direktur BNPB inisial JT alias Junjungan. (Tribun Manado/Nielton Durado)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved