Pilpres 2019

Politikus PDIP: Tingginya Elektabilitas Jokowi Sejalan dengan Kinerja

Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pariera menilai tingginya elektabilitas Presiden Jokowi sejalan dengan kinerjanya yang dinilai positif

Politikus PDIP: Tingginya Elektabilitas Jokowi Sejalan dengan Kinerja
RYO NOOR
Andreas Hugo Parera 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pariera menilai tingginya elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejalan dengan kinerjanya yang dinilai positif publik.
Hal tersebut tercermin dengan berbagai hasil survei, seperti Survei Litbang Kompas baru-baru ini.

Dikutip dari Kompas, Senin (23/4/2018), responden yang memilih Jokowi apabila pilpres digelar saat ini mencapai 55,9 persen.

Angka tersebut meningkat dibandingkan enam bulan sebelumnya yanng mencatat elektabilitas Jokowi masih berada di angka 46,3 persen. "Tidak mengejutkan calon petahana melaju sendiri melampaui calon-calon lain karena memang selama ini Presiden Jokowi mendominasi karya dan prestasi kerjanya di Republik ini," ujar Andreas Pareira kepada Tribunnews.com, Rabu (25/4/2018).

Sementara tokoh-tokoh oposisi yang diharapkan muncul dari partai-partai di luar pemerintahan, dia melihat, tidak memainkan peran dengan baik.

Menurutnya cenderung “menyeruduk” menyerang pemerintah secara membabi buta tanpa argumentasi yang jelas. "Sehingga hasil ini paling tidak refleksi aspirasi masyarakat sementara ini," jelasnya.
Atas hal tersebut ia optimis apabila situasi berjalan tetap, elektabilitas Jokowi dalam tiga bulan, enam bulan, bahkan setahun ke depan akan meningkat terus melampaui 60 persen.

"Sehingga relatif aman menuju pilpres 2019," ucapnya.
Tantangan terberat Jokowi pada masa-masa yang akan datang, bukan pada Capres penantang, menurutnya.
Karena harus diakui kata dia, tidak ada satu tokoh nasional pun saat ini yang mempunyai kinerja atau pernah mempunyai kinerja yang menjadi modal sosial, selain Jokowi.

"Lawan Jokowi pada masa yang akan datang adalah isu, rumors atau slogan-slogan black campaign yang diarahkan pada diri Jokowi," ujarnya.

Selain itu, maraknya politik identitas dan populisme sebagai jalan pintas menyediakan panggung bagi “kompetitor” Jokowi dalam pemilihan Presiden."Situasi ini yang kita hadapi dalam peta politik nasional saat ini adalah Jokowi sedang “shadow boxing” menghadapi politik identitas dan populisme," jelasnya.

Survei Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Presiden Jokowi mengalami kenaikan.

Sementara elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menjadi penantang terkuat petahana justru mengalami penurunan.

Dikutip dari Kompas, Senin (23/4/2018), responden yang memilih Jokowi apabila pilpres digelar saat ini mencapai 55,9 persen.

Angka itu meningkat dibandingkan dengan enam bulan sebelumnya, elektabilitas Jokowi masih 46,3 persen.
Sementara itu, potensi keterpilihan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto 14,1 persen, turun dari hasil survei enam bulan lalu yang merekam angka 18,2 persen.

Halaman
12
Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help