Kasus Buang Anak Sering Terjadi, Ini Kata Psikolog

Kasus penelantaran maupun pembuangan anak dibawah umur maupun janin kian merajalela di Sulut.

Kasus Buang Anak Sering Terjadi, Ini Kata Psikolog
ISTIMEWA
Orley Charity Sualang 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielto Durado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kasus penelantaran maupun pembuangan anak dibawah umur maupun janin kian merajalela di Sulut.

Hal ini mendapat tanggapan dari salah satu Psikolog Sulut, Orley Charity Sualang SPsi, MA, ketika dihubungi Tribun Manado, Rabu (25/4/2018) malam tadi.

Menurut Orley, kurang lebih ada empat faktor yang membuat masyarakat atau orang tua membuang anak mereka.

"Yang pertama pelaku tidak punya kesiapan memiliki anak atau membesarkannya, atau pelaku secara umum belum berusia dewasa sehingga masih labil dalam mengambil keputusan. Tapi bisa juga orang yang membuang bayi sedang mengalami depresi sehingga keputusan yang diambil tidak solutif," ujarnya.

Sedangkan untuk alasan ketiga, Orley mengatakan bisa saja bayi tersebut adalah hasil dari perbuatan terlarang, sehingga dengan cara membuangnya pasangan pranikah ini merasa masalahnya telah selesai.

"Alasan yang terakhir bis saja merupakan hasil pemerkosaan, sehingga sang pelaku merasa aib bagi keluarga dan diputuskan untuk dibuang," ucapnya.

Guna mengatasi masalah ini, jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini juga mengusulkan tiga hal.

Pertama yakni Perlu penanganan yang efektif dari keluarga terdekat.

Perlu adanya pembicaraan yang fokus pada masalah bukan secara emosional, selain itu pilih solusi yang solutif dan efektif.

"Langkah kedua yakni minta bantuan, bisa berupa nasihat atau konseling kepada pemimpin agama, psikolog, psikiater atau bisa juga meminta bantuan lewat dinas sosial dan dinas kesehatan bagaimana cara membesarkan si kecil mengingat jika si pelaku masih terlalu muda atau dalam keadaan depresi," aku dia.

Sedangkan untuk langkah ketiga Orley mengusulkan setelah mendapatkan pengarahan, konseling, bahkan nasihat, si pelaku tidak perlu mengucilkan diri dari kehidupan bermasyarakat tetapi harus tetap bekerja dan membesarkan anak sesuai dengan tahapan perkembangan anak

Penulis: Nielton Durado
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help