Rumah Dieksekusi, Kompol (Purn) Roni Wantah Sediakan Pengacara

Kediaman Kompol (Purn) Roni Wantah didatangi 140 polisi untuk mengeksekusi atau mengosongkan rumah yang ditempatinya bersama keluarga

Rumah Dieksekusi, Kompol (Purn) Roni Wantah Sediakan Pengacara
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Kediaman Kompol (Purn) Roni Wantah saat dieksekusi 

Laporan Wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Selasa (24/4/2018) pukul 09.00 wita, kediaman Kompol (Purn) Roni Wantah yakni Lingkungan Tiga Kelurahan Tikala Kumaraka Kecamatan Wenang, didatangi 140 polisi dari Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut).

Berdasarkan surat perintah Kapolda Sulut Nomor : Sprin/519/IV/TUK.3.1.5/2018, 140 polisi tersebut datang untuk mengeksekusi atau mengosongkan rumah yang ditempati oleh keluarga Kompol (Purn) Roni Wantah.

Dalam surat perintah tertulis bahwa diperintahkan untuk melaksanakan penertiban rumah dinas atau asrama yang ditempati oleh Mayor Pol (Purn) R.K.W Wantah dan keluarganya.

AKBP Petrus Batmanlussy Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Polda Sulut mengatakan eksekusi atau pengosongan rumah dilakukan berdasarkan surat perintah Kapolda Sulut.

Dan kata dia penertiban dilaksanakan setelah tiga kali melayangkan surat pemberitahuan kepada keluarga Wantah Bolang.

"Sudah ada pemberitahuan pengosongan rumah sebanyak tiga kali. Dan batas waktu yang diberikan sampai 17 April 2018," ujar dia.

Terpantau, awalnya sempat terjadi bersitegang antara Kompol (Purn) Roni Wantah dan polisi yang akan melakukan eksekusi. Namun setelah diberikan penjelasan eksekusi pun dapat dilaksanakan.

Kepada Tribun Manado, Kompol (Purn) Roni Wantah mengatakan dirinya selanjutnya akan tinggal di Bitung. Namun untuk eksekusi ini kata dia akan menempuh jalur hukum. "Kami sudah menyediakan pengacara," ujar dia.

Perwira Pemeriksa Keuangan Parik di Itwasda Polda Sulut yang pensiun pada tahun 1997 ini kemudian mengatakan bahwa dirinya sudah 30 tahun tinggal dirumah tersebut.

"Awalnya ini hibah dari Dinas PU, kemudian oleh seorang polisi sebelumnya yang tinggal disini kemudian membelinya," ujar dia.

Lanjut dia rumah tersebut masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). "Kemudian pada 20 tahun lalu saya renovasi," ujar dia.

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help