Huawei Siapkan Kecerdasan Buatan yang Bisa Kenali Emosi Manusia

Raksasa teknologi asal China, Huawei dikabarkan tengah mengembangkan teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).

Huawei Siapkan Kecerdasan Buatan yang Bisa Kenali Emosi Manusia
Reuters
Huawei. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Raksasa teknologi asal China, Huawei dikabarkan tengah mengembangkan teknologi kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) yang dapat mengenali emosi manusia.

Teknologi ini diharapkan bakal menjadi "teman ngobrol" untuk manusia di masa yang akan datang.

Menurut Wakil President Software Engineering Huawei Felix Zhang, ide yang disebut "Emotion AI" ini kelak bakal diimplementasikan pada teknologi asisten suara (voice assistant).

Huawei sendiri sudah memiliki teknologi asisten suara sejak 2013 silam yang memiliki sekitar 110 juta pengguna aktif setiap hari. 

Mekanismenya adalah, asisten suara ini akan dapat mengenali intonasi suara sehingga dapat menerka kondisi emosi si pembicara. Dengan adanya analisis emosi ini diharapkan akan terjadi interaksi yang lebih intim antara manusia dengan mesin.

"Kami ingin interaksi emosional. Kami berpikir bahwa kelak di masa depan semua pengguna dapat berinteraksi secara emosional. Inilah arah yang kami lihat dalam jangka panjang," ungkap Felix sebagaimana dikutip KompasTekno dari CNBC, Senin (23/4/2018).

Teknologi pengenalan emosi pada AI ini sejatinya memang belum berkembang secara luas. Firma riset Gartner dalam laporannya pada Januari lalu mengatakan bahwa pada saat ini kemampuan asisten virtual masih sangat terbatas.

Kecerdasan buatan yang terbenam dalam setiap asisten virtual hanya mampu memproses perintah, tetapi tidak mengenali konteks lingkungan serta informasi untuk menanggapi keadaan emosi pengguna. Artinya kemampuan kecerdasan buatan pada asisten virtual hanya memungkinkan komunikasi satu arah. 

Jika teknologi ini benar dirilis dalam waktu dekat, maka ini bisa menjadi sebuah batu loncatan besar dalam perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

"Menambah kemampuan penganalisis emosi akan memungkinkan asisten pribadi virtual untuk menganalisis beberapa data dari ekspresi wajah, intonasi suara dan pola perilaku," ungkap laporan Gartner.

Teknologi kecerdasan buatan alias AI memang digadang-gadang bakal menjadi teknologi masa depan. Teknologi ini memungkinkan sebuah perangkat dapat memelajari kebiasaan manusia serta lingkungannya. 

Saat ini, teknologi AI banyak digunakan pada asisten virtual semisal SIRI pada perangkat Apple atau Cortana pada perangkat Microsoft. Selain itu, beberapa vendor ponsel juga membenamkan teknologi AI pada kameranya. 

Huawei sendiri sejauh ini memang menargetkan menjadi pionir untuk era dunia serba cerdas (Intelligent World). Perusahaan ini membawa misi agar kecerdasan buatan ( artificial intelligence/AI) memberikan keuntungan bagi semua pihak.

Dalam acara Huawei Global Analyst Summit 2018 (HAS 2018) beberapa waktu lalu, Huawei meyakini bahwa pada 2025 mendatang teknologi AI akan mencapai puncaknya.

Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help