Aditya Moha: Saya Tidak Berniat Jahat, Saya Ingin Bela Nama Baik Ibu

Terdakwa kasus suap terhadap hakim Pengadilan Tinggi Manado, Aditya Anugrah Moha, berupaya meyakinkan majelis hakim bahwa dirinya tidak berniat jahat.

Aditya Moha: Saya Tidak Berniat Jahat, Saya Ingin Bela Nama Baik Ibu
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Aditya Moha menghadirkan sejumlah saksi yang meringankan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (18/4/2016). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Terdakwa kasus suap terhadap hakim Pengadilan Tinggi Manado, Aditya Anugrah Moha, berupaya meyakinkan majelis hakim bahwa dirinya tidak berniat jahat.

Aditya merasa perbuatannya menyuap hakim dilandasi keinginan untuk membela nama baik ibunya yang tersangkut kasus korupsi. Hal itu dikatakan Aditya saat bertanya kepada saksi meringankan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (18/4/2018).

"Mohon maaf, saya harus mengambil langkah ini bukan karena niat jahat saya. Tapi saya ingin membela kebaikan, marwah nama baik seorang ibu," ujar Aditya.

Dalam persidangan tersebut, Aditya dan penasehat hukumnya menghadirkan empat orang saksi meringankan. Saksi pertama adalah Wakil Wali Kota Kotamobagu Jainuddin Damopolii.

Kemudian, tokoh adat Bolaang Mongondow Opal Pauda dan orang dekat Aditya, Musahid Lakoda. Saksi terakhir adalah dokter sekaligus dosen pada Fakultas Kedokteran dan Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi Manado Taufik Pasiak.

"Tolong salam hormat saya, dan doakan saya. Saya bersedia kembali bersama keluarga dan masyarakat Sulawesi Utara," kata Aditya. Dalam kasus ini, Aditya Moha didakwa memberi suap 120.000 dollar Singapura kepada Ketua Pengadilan Tinggi Manado, Sudiwardono.

Menurut jaksa, Aditya Moha pertama memberikan uang 80.000 dollar Singapura kepada Sudiwardono. Tujuannya, agar Sudiwardono selaku Ketua PT Manado tidak melakukan penahanan kepada Ibunya, Marlina Moha Siahaan, yang merupakan terdakwa dalam kasus korupsi tunjangan penghasilan aparatur pemerintah Desa Bolmong, Sulawesi Utara, tahun 2010.

Marlina Moha merupakan ibu dari Aditya Moha. Selain itu, Sudiwardono juga meminta tambahan uang kepada Aditya Moha.

Adapun, tambahan uang sebesar 40.000 dollar Singapura itu agar hakim yang mengadili perkara banding Marlina Moha Siahaan memberikan vonis bebas. Namun, sebelum sidang putusan, Sudiwardono dan Aditya Moha ditangkap KPK.

Editor: Fernando_Lumowa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help