Terkait Kasus Solar Cell di Manado, Salindeho Dituntut Hukuman Selama 2,4 Tahun Penjara oleh Jaksa

FDS alias Salindeho, tersangka kasus sollar cel dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alexander Sulung selama 2,4 tahun

Terkait Kasus Solar Cell di Manado, Salindeho Dituntut Hukuman Selama 2,4 Tahun Penjara oleh Jaksa
DOK TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Kantor PN Manado 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO – FDS alias Salindeho, tersangka kasus sollar cel dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Alexander Sulung selama 2,4 tahun dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Manado pada Selasa (17/4/2018) 

Dalam tuntutannya, JPU telah meminta Majelis Hakim untuk menyatakan terdakwa Salindeho terbukti bersalah terlibat dalam perkara korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) sistem Solar Cell Manado, yang merugikan keuangan negara Rp 3 miliar lebih.

"Iya terdakwa dituntut 28 bulan," kata Sulung.

JPU meminta Majelis Hakim menuntut sanksi pidana 2 tahun, beserta denda Rp 50 juta, subsidair 4 bulan penjara.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, Majelis Hakim kemudian menunda jalannya persidangan dan mengagendakan sidang berikut masuk pada tahap pledoi alias pembelaan.

Diketahui, terdakwa Salindeho saat menjalani agenda pemeriksaan terdakwa, pekan lalu.

Telah menyatakan sikap, siap menerima segala konsekuensi yang ada dalam perkara ini.

Pernyataan itu terlontar, sewaktu JPU menanyakan apakah terdakwa memiliki perasaan bersalah atau tidak.

Menurut terdakwa, Pokja ULP sudah melaksanakan tugas sesuai prosedur. Namun, terdakwa siap dihukum, jika memang terbukti lalai atau melakukan pelanggaran dalam pemeriksaan perkara ini.

Sementara itu, terkuak sebelumnya kalau proyek Solar Cell Tahun Anggaran 2014 berbanderol Rp 9,6 miliar, telah mencatat ada empat oknum yang telah divonis Majelis Hakim pada 2017 lalu, masing-masing Paulus Iwo (Proses Kasasi), Ariyanti Marolla, Robert Wowor dan Lucky Dandel.

Usai keempatnya dinyatakan bersalah, perkara ini kemudian dikembangkan penyidik Tipikor Polda Sulut. Sehingga, Salindeho bersama BJM alias Mailangkay ikut terseret.

Adapun kesalahan terdakwa yang diterangkan dalam dakwaan JPU, yakni terdakwa bersama anggota Pokja ULP lainnya telah meloloskan PT Subota Internasional Contractor sebagai pemenang tender, tanpa melakukan pengecekan secara selektif atas dokumen yang dimasukan.

Bahkan, tidak melakukan evaluasi atas penawaran Bank Garansi yang diajukan PT Subota. Padahal, dokumen tersebut tidak tercatat dalam database PT Bank Mandiri.

Alhasil, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, dalam tuntutan kemarin, terdakwa Salindeho telah diganjar pidana JPU dengan Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana. (nie)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help