Rabies dalam Perdagangan Daging Anjing

News Analysis - Bahaya Anjing Berubah Perilaku Tiba-tiba

Jika anjing berumur di bawah tiga bulan, anjing itu harus kembali divaksin tiga bulan berikutnya.

News Analysis - Bahaya Anjing Berubah Perilaku Tiba-tiba
TRIBUN MANADO/FINNEKE WOLAJAN
Dokter Hewan Ahmad Gozali 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Masyarakat yang memelihara anjing harus memvaksin anjing dua kali setahun.

Ini agar virus rabies tak bersarang di tubuh anjing tersebut.

Jika anjing berumur di bawah tiga bulan, anjing itu harus kembali divaksin tiga bulan berikutnya.

“Virus rabies tak tampak oleh mata, beda dengan hama lainnya. Artinya virus ini bisa berada di mana saja. Tak kita sadari, anjing ini ada bibit penyakit rabies. Nah cara paling aman adalah memvaksin anjing peliharaan,” ujar Dokter Hewan Ahmad Gozali.

Selain vaksin, cara lain tetap menjaga anjing sehat adalah jangan biarkan anjing berkeliaran.

Anjing yang bergaul dengan anjing lain yang tak jelas latar belakangnya berpotensi virus rabies bersirkulasi.

“Pemilik anjing harus mampu mengontrol. Apakah dirantai atau dikurung terserah. Tapi yang penting vaksinasi. Mengurus anjing tak hanya kasi makan saja. Kesadaran baik masyarakat Minahasa dan Sulawesi Utara pada umumnya menjadi kunci utama eliminasi kasus rabies,” ucap National Technical Advisor FAO ECTAD Indonesia ini.

Rabies ini sangat mudah dikenali, paling gampang kalau ada gigitan.

Begitu kena gigitan, harus curiga ada rabies.

Setelah gigitan itu lalu terjadi perubahan perilaku pada anjing, warga harus semakin curiga ada virus rabies.

“Anjing yang biasa galak, lalu jadi tak galak, atau sebaliknya. Atau yang biasanya lari-lari, kini tinggal ngumpet. Biasanya panggil-panggil datang, lalu tak lagi. Harus makin curiga. Kalau ada gigitan dan ada perubahan perilaku, harus ambil tindakan dengan suntik vaksin anti rabies,” terangnya.

Gigitan yang dekat dengan otak dan dalam jumlah yang banyak makin mempercepat virus masuk ke otak.

Jika telah sampai di otak, Gozali memastikan warga tersebut 100 persen meninggal.

“Misalnya gigit di mulut, itu dekat dengan otak. Gigitan di kaki tentu akan lebih lama. Selama vase perjalanan virus rabies ke otak, lalu divaksinasi, warga tersebut bisa sembuh,” jelas Gozali. (Tribun Manado/Finneke Wolajan)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved