Belajar dan Budaya Sambil Berdiskusi Alkitab Dengan Orang-orang Manado

Ayi, gadis 25 tahun asal Jepang yang menghabiskan masa mudanya untuk datang dan tinggal dan belajar tentang budaya di Indonesia

Belajar dan Budaya Sambil Berdiskusi Alkitab Dengan Orang-orang Manado
TRIBUNMANADO/CHINTYA RANTUNG
Ayi (kiri), gadis 25 tahun asal Jepang yang mau belajar budaya di Indonesia 

Laporan Wartawan Tribun Manado Chintya Rantung

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID -- Dengan jelas Ayi bercerita menggunakan bahasa Indonesia, walaupun masih kebingungan saat bercerita menggunakan bahasa Manado.

Ayi adalah gadis 25 tahun asal Jepang yang menghabiskan masa mudanya untuk datang dan tinggal di Indonesia.

Hanya untuk mengenal dan belajar bahasa dan budaya Indonesia.

Kurang lebih tiga tahun Ia tinggal di Manado bersama dengan temannya.

Untuk mengenal bahasa Indonesia, Ia berjalan- jalan sambil mengajarkan alkitab.

Saat itu Ia berjalan mengelingi rumah-rumah bersama seorang ibu rumah tangga Vanli Lumempow.

Yang berkerinduan untuk berdiskusi dan menyampaikan kabar baik kepada orang-orang.

Ayi kepada Tribun Manado (17/4) mengatakan di Jepang Ia adalah seorang saksi-saksi Yehuwa.

"Saksi-saksi Yehuwa itu mngenalkan kepada orang-orang mengenal dan belajar tentang alkitab. Dan disini pun saya ingin seperti itu," kata Ayi.

Diceritakannya, sambil sama-sama belajar alkitab saya pun bisa terus belajar bahasa dan budaya yang ada.

Di Jepang saya kerja tetapi saya suka jalan-jalan dan mengenal dan belajar budaya Indonesia.

"Saya sering pulang ke Jepang tapi hanya sebentar lalu balik lagi ke Indonesia," ceritanya.

Penulis: Chintya Rantung
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help