TribunManado/

AS Pakai Misil "Siluman" Hancurkan Suriah, Begini Harga dan Kecanggihannya

Salah satu peralatan tempur canggih yang dikerahkan Amerika Serikat saat menyerang Suriah pada Sabtu (14/4/2018)

AS Pakai Misil
kompas.com
Pesawat pembom B-1B Lancer milik AS 

TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON DC— Salah satu peralatan tempur canggih yang dikerahkan Amerika Serikat saat menyerang Suriah pada Sabtu (14/4/2018) adalah misil AGM-158B JASSM-ER.

Misil ini ditembakkan dari pesawat pengebom Lancer B-1B yang terbang di atas Damaskus untuk menghantam situs-situs pembuat senjata kimia Suriah.

Misil produksi Lockheed Martin khusus untuk militer AS ini mampu terbang sejauh 575 mil atau sekitar 925 kilometer.

JANGAN LEWATKAN: Misi Selesai, Aksi Lanjutan Sekutu AS di Suriah Masih Tanda Tanya

Dengan menggunakan sistem pencitraan infra merah, misil ini bisa mengenai target dengan ketepatan yang amat tinggi. Bahkan, misil ini bisa mengenai sasaran yang hanya berukuran sekitar 3 meter.

Kemampuan jelajahnya yang amat jauh membuat kru pesawat pengebom jauh dari bahaya terkena tembakan sistem pertahanan udara. Demikian pernyataan Lockheed Martin.

Lockheed Martin menggambarkan misil ini merupakan senjata dengan daya jelajah dan presisi tinggi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan militer AS.

Menurut situs AU Amerika Serikat, misil ini menggunakan navigasi inersia dan sistem pemosisian global (GPS) untuk menemukan sasarannya.

Tentara Suriah memeriksa puing-puing bangunan, bagian dari kompleks Pusat Penelitian dan Penelitian Ilmiah di distrik Barzeh, utara Damaskus, saat tur media yang diselenggarakan Kementerian Informasi Suriah, Sabtu (14/4/2018). Amerika Serikat dan sekutunya, Perancis dan Inggris, melancarkan serangan ke Suriah sebagai respons terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu.
Tentara Suriah memeriksa puing-puing bangunan, bagian dari kompleks Pusat Penelitian dan Penelitian Ilmiah di distrik Barzeh, utara Damaskus, saat tur media yang diselenggarakan Kementerian Informasi Suriah, Sabtu (14/4/2018). Amerika Serikat dan sekutunya, Perancis dan Inggris, melancarkan serangan ke Suriah sebagai respons terhadap dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan Suriah di kota Douma pada 7 April lalu. (AFP PHOTO/LOUAI BESHARA)

Kemudian sistem pelacak inframerahnya bisa memastikan akurasi sasaran beberapa saat sebelum misil ini menghantam targetnya.

Misil ini digunakan sejak 2014 dan setiap unitnya berharga 1,36 juta dollar atau hampir Rp 19 miliar. Demikian menurut data dari Badan Akuntabilitas Pemerintah AS.

Halaman
123
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help