Utang Indonesia Naik Jadi Rp 4.136,39 Triliun, Begini Penjelasan Sri Mulyani

Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, realisasi pembiayaan yang dilakukan hingga Maret 2018 mencapai Rp 149,79 triliun

Utang Indonesia Naik Jadi Rp 4.136,39 Triliun, Begini Penjelasan Sri Mulyani
tribun
Menkeu Sri Mulyani 

Yang terang, beberapa tahun terakhir, biaya bunga surat utang negara (SUN) kian ringan. Salah satu faktor penurun bunga utang itu adalah kenaikan rating utang dari lembaga pemeringkat.

Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, yield SUN acuan tenor 10 tahun pada 6 April 2018 hanya 6,59%. Bunga tersebut jauh lebih murah dibandingkan tahun 2013 yang mencapai 8,41%.

Menurut Lana, penurunan bunga utang juga akan dirasakan oleh perusahaan swasta. Imbal hasil obligasi korporasi juga akan semakin mengecil.

"Emiten tidak lagi harus membayar imbal hasil yang tinggi karena ada penekanan tingkat risiko berinvestasi," jelas Lana.

Ekonom Bank Mandiri Tbk Andry Asmoro sependapat, biaya utang akan semakin berkurang pasca kenaikan rating.

Tak hanya itu, likuiditas di pasar diyakini juga akan meningkat. Hal ini akan menguntungkan perusahaan, semakin mudah mencari pendanaan untuk ekspansi.

Menurut Andry, sektor swasta yang dapat merasakan keuntungan dalam jangka pendek adalah multifinance dan perbankan.

"Dua sektor itu akan lebih mudah dan murah saat meminjam valuta asing, dengan begitu penyaluran kredit juga bisa membesar," jelas Andry.

Semoga saja, rating dari Moody's jadi obat perekonomian nasional. *

Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved