TribunManado/

Utang Indonesia Naik Jadi Rp 4.136,39 Triliun, Begini Penjelasan Sri Mulyani

Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, realisasi pembiayaan yang dilakukan hingga Maret 2018 mencapai Rp 149,79 triliun

Utang Indonesia Naik Jadi Rp 4.136,39 Triliun, Begini Penjelasan Sri Mulyani
tribun
Menkeu Sri Mulyani 

Kenaikan rating utang menurunkan bunga utang
  
Indonesia akan mendapat banyak keuntungan dari keputusan lembaga pemeringkat utang, Moody's. Salah satu keuntungan itu adalah biaya pengelolaan obligasi negara bakal semakin murah. Selain itu, dana asing juga akan semakin deras masuk ke pasar dalam negeri.

Akhir pekan lalu, Moody's menaikkan peringkat sovereign credit rating (SCR) Indonesia dari Baa3/Outlook Positif menjadi Baa2/Outlook Stabil. Kenaikan peringkat utang semakin menegaskan bahwa Indonesia semakin layak menjadi tujuan investasi bagi para investor asing.

  
Sebelumnya, lembaga rating lain sudah menyematkan investment grade atas surat utang Indonesia. Namun, kabar dari Moodys ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah Indonesia pasca krisis moneter 1998, surat utang Indonesia berada satu level di atas investment grade.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menyatakan, kenaikan rating utang dari Moody's ini sudah sesuai harapan. Tahun lalu (19 Mei 2017), Standard & Poor's (S&P) menaikan rating utang Indonesia dari non-investment grade (BB+) menjadi investment grade (BBB-). "Itu titik awal paling signifikan. Biasanya tak lama dari S&P, Moodys akan menyusul," kata David kepada KONTAN, akhir pekan lalu (14/4).

David optimistis, kenaikan rating utang akan menarik aliran modal asing ke dalam negeri. Ini akan menjadi stimulus positif bagi nilai tukar rupiah. Ujungnya, ekonomi bisa membaik dan bisa me lepas dari tekanan keluarnya dana asing dari pasar dalam negeri.

"Tak hanya investasi dari portofolio, dana asing diharapkan juga masuk melalui investasi langsung atau foreign direct investment (FDI)," kata David.

Untuk menjadi FDI, pemerintah harus bergerak cepat. Pemerintah harus menyiapkan proyek-proyek menarik yang bisa digarap oleh investor dan menetapkan kebijakan pendukungnya. "Pemerintah harus memanfaatkan momentum ini agar lebih mudah mengejar proyek infrastruktur," tambah David.

Bunga turun

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistyaningsih menambahkan, penegasan di investment grade juga akan menekan biaya utang Indonesia. Sebab, risiko Indonesia dinilai semakin rendah. Hitung punya hitung, kenaikan rating ini dapat menurunkan biaya bunga minimal 0,25%.

JANGAN LEWATKAN: Utang Global Tebus US$ 237 Triliun: Rekor Baru, Begini Kata Analis

Halaman
1234
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help