Sudah 29 Warga Bolmong Postif DBD, Ini Komentar Kadis Kesehatan Bolmong

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mengkhawatirkan. Buktinya, satu anak warga Desa Siniyung, Kecamatan Dumoga, Gracia Sokop (7), positif

Sudah 29 Warga Bolmong Postif DBD, Ini Komentar Kadis Kesehatan Bolmong
TRIBUN MANADO/MAICKEL KARUNDENG
Satu di antara pasien DBD yang sedang dirawat di RS Kinapit Kotamobagu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Masyarakat Kabupaten Bolaang Mongondow harus lebih berhati-hati dan menjaga kesehatan lingkungan. Pasalnya, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai mengkhawatirkan.
Buktinya, satu anak warga Desa Siniyung, Kecamatan Dumoga, Gracia Sokop (7), positif terkenak penyakit ini.

"Anak kami Gracia sempat dirawat di rumah sakit Kinapit Kotamobagu selama kurang lebih satu minggu, dan positif terkena DBD," ungkap Sonny Sokop ayah korban, Senin (16/4).

Dirinya mengharapkan, pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan turun ke lapangan melakukan penanganan, supaya penyakit ini tidak terkena kepada anak-anak lainnya.

"Meminta supaya ada penanganan cepat dari pemerintah terkait masalah ini. Jangan sampai ada korban lainnya," katanya.

Sokop menambahkan, meskipun anaknya yang terkena DBD sudah diizinkan dokter untuk pulang dan dirawat di rumah. Dirinya masih menunggu anaknya yang satunya, nama Jhill Sokop yang masih dirawat di RS dan menanti hasil dari RS Kinapit Kotamobagu.

"Semoga anak yang masih di RS tidak juga terkena DBD," ungkapnya.
Kepala Dinkes Bolmong Sahara Albugis melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Wiyono SST mengatakan, setelah menerima informasi kasus yang dicurigai DBD, selanjutnya akan mengklarifikasi informasi yang masuk di tempat pelayanan di mana pasien dirawat.

"Tim Dinkes menelusuri diagnosa dan melaksanakan Penyelidikan Epidemiologi (PE) menemui pasien dengan menanyakan 12 pertanyaan sebelum demam ada bepergian ke mana saja, bersama siapa untuk mengetahui terjangkit dari mana," ungkap Wiyono.

Tahap selanjutnya melakukan survei di radius 100 meter dari rumah penderita untuk mengetahui tingkat terjangkitnya sampai di mana, dengan memeriksa jentik aedes tempat perindukan serta memeriksa penduduk sekitar, apakah ada yang demam dan atau gejala yang sama dengan penderita utama.

"Jadi, bila semua data terkumpul lengkap baru mengkaji, menganalisa dan memutuskan langkah yang harus segera dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi setempat," jelas Wiyono.
Ia menambahkan, jika ada informasi tentang DBD, koordinasi pihak terkait, langkah selanjutnya gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), Galakkan 3M plus, dan melakukan fogging. (kel)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved