Pembangunan Gedung Tiga Pilar di Bolsel Punya Cerita

Pembangunan Gedung Tiga Pilar dalam kegiatan TMMD ke-101 yang dipusatkan di Desa Pakuku Jaya, Bolsel, punya cerita sendiri, Senin (16/4/2018).

Pembangunan Gedung Tiga Pilar di Bolsel Punya Cerita
TRIBUN MANADO/FELIX TENDEKEN
Bupati Bolsel Haji Herson Mayulu dan Mayjen TNI Johny L Tobing, memantau langsung pembangunan gedung dalam kegiatan TMMD 2018 termasuk Gedung Tiga Pilar menggunakan sepeda motor. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Pembangunan Gedung Tiga Pilar dalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 yang dipusatkan di Desa Pakuku Jaya, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, punya cerita sendiri, Senin (16/4/2018).

Langkah yang diambil oleh Cristin Dali, terbilang sangat berani.

Bagaimana tidak, warga Pakuku Jaya ini berani menghibahkan tanahnya seluas 20x20 meter untuk dibangun gedung pemersatu tersebut.

Tidak banyak alasan yang dimiliki oleh Cristin, sehingga dirinya nekat menghibahkan tanah tersebut untuk pembangunan yang berbasis pada kemanan masyarakat selain terinspirasi di kabupaten lain.

"Saya melihat bangunan itu kemudian langsung berpikir bagaimana jika seandainya ada bangunan seperti ini di daerah saya, dan sangat tertarik," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun II Desa Pakuku Jaya Musim Tangahu, berharap agar dengan adanya bangunan tersebut akan meningkatkan keamanan Kecamatan Tomini, terlebih khusus bagi desannya.

"Harapannya dengan adanya bangunan ini akan meningkatkan keamanan, di mana segala persoalan yang berhubungan dengan stabilitas bisa dibahas bersama dalam bangunan tersebut," ujarnya.

Senada diungkapkan oleh Babinsa yang bertugas di kampung tersebut yaitu Serda Rudyanto, bahwa sebelumnya direncanakan dilaksanakan di Posigadan.

"Karena daerah ini belum terjamah pembangunan oleh TNI maka dipusatkan di sini pembangunannya, seperti perluasan perkampungan dan sebagainya," ujarnya.

Camat Tomini Suprin Mohulangio, menuturkan, bangunan ini akan berfungsi sebagai lokasi untuk menuntaskan segala permasalahan yang terjadi di desa.

"Nanti akan melibatkan Babinsa, Babinkantibmas, tokoh agama, tokoh adat, dan sebagainya," ujar Suprin. (Tribun Manado/Felix Tendeken)

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved