Jembatan Tanawangko-Papontelen Panen Sorotan, Sudah Lapuk dan Jalannya Sempit

Jembatan di ruas Jalan Tanawangko- Papontolen yang melintas dari Minahasa ke Minsel menjadi sorotan

Jembatan Tanawangko-Papontelen Panen Sorotan, Sudah Lapuk dan Jalannya Sempit
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Herry Tombeng 

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jembatan di ruas Jalan Tanawangko- Papontolen yang melintas dari Minahasa ke Minsel menjadi sorotan saat rapat Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) di Ruang Sidang Paripurna, Senin (16/4/2018).

Herry Tombeng, Anggota Pansus LKPJ menyorot persoalan itu ketika laporan LKPJ dari dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

"Jembatan kayu belum perbaiki dari 2016, sudah rapuh," kata dia.

Jalannya pun sempit yang harusnya 4 meter tinggal 1,6 meter karena sudah ditumbuhi rumput di kiri dan kanan jalan, drainase pun tidak dirawat

Anggaran Dinas PUPR sampai Rp 400 miliar  "Begitu besar anggaran tapi ternyata ada sisa anggaran kenapa tidak alokasi ke sana," kata dia.

Jalan ini harusnya jadi arus lalu lintas perekonomian  ada sekitar 9 desa dilintasi  jalan ini, jika keadaan sepeti ini maka sulit pasarkan hasil pertanian karena terhambat jalan dan jembatan.

"Coba pak kadis tinjau ke sana. Ratusan miliar kita anggaran bisa sisihkan dis ana. Hormat dengan sangat jangan harap jangan cuma dengar staf, tapi lihat sendiri. Kasihan rakyat," ujarnya.

Kepala Dinas PUPR, Steve Kepel menjelaskan, seluruh jembatan tua sebenarnya sudah ada gambar desainnya.

"Ruas jalan Tanawangko - Popontolen di situ ada beberapa jembatan sudah didesain oleh dinas PU, tapi belum dlreliasikan fisik mengingat lahan tersedia belum ada," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help