Jadi Saksi di Sidang Kasus RSJ Ratumbuysang, Suwatan Ungkap Fakta Mengejutkan

Sidang kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof VL Ratumbuysang kembali digelar

Jadi Saksi di Sidang Kasus RSJ Ratumbuysang, Suwatan Ungkap Fakta Mengejutkan
TRIBUNMANADO/WARSTEF ABISADA
Saksi dikonfirmasi bukti oleh pengacara di sidang kasus RSJ Ratumbuysang pada Senin (16/4/2018) 

"Jadi sudah dua kali saya melakukan kunjungan ke lokasi," katanya.

Ia melihat bangunan rumah sakit perlu diperbaiki dan diperkuat. Sebab kolomnya tak simetris, ada yang 400, 350 dan 400.

"Sesuai perhitungan saya secara manual, bangunan 7 lantai harus dipangkas 1 lantai dan diperkuat lagi, sebab jika tidak dilakukan konsekwensinya bangunan bisa roboh," ujar Suwatan.

Saksi beberapa kali meminta izin kepada Ketua Majelis Hakim untuk minum, sebab merasa tegang dan grogi saat ditanya oleh JPU.

Ia mengaku rekomendasi yang dibuat soal pengurangan lantai dan perkuatan bangunan dapat dipertangungjawabkan.

"Metode yang saya lakukan untuk menghitung struktur bisa saya pertanggungjawabkan sesuai keilmuan saya," katanya.

Saksi Suwatan mengaku memiliki kompetensi menghitung struktur, sebab memiliki surat kompetisi ahli (SKA) struktur tingkat madya yang diakui LPJK.

Pada Oktober, saksi mengaku bertemu konsultan perencana Fransiska Rumagit dan memintanya untuk menghitung struktur bangunan rumah sakit, saat ditanya terdakwa Vanda Jocom.

Struktur rumah sakit menurut saksi juga bisa kolaps atau roboh jika tetap dibangun 7 lantai. "Bisa kolaps (roboh)," tegas Suwatan menjawab pertanyaan terdakwa David soal apa konsekwensi jika rumah sakit tetap dibangun 7 lantai sesuai rencana awal.

Sidang selesai pukul 14.45 Wita dan diskors hingga 25 April 2018.

Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved