Inilah yang Ditekuni Plt Bupati Mitra saat Ini, Berkebun Vanili

Pekan lalu saya dan pak Gubernur melihat tanaman vanili di kebun saya, di Bitung. Dia tertarik untuk menggelorakan pengembangan sektor pertanian

Inilah yang Ditekuni Plt Bupati Mitra saat Ini, Berkebun Vanili
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Plt Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) Ronald Kandoli bersama Olly Dondokambey Gubernur Sulut melihat tanaman Vanili di Kota Bitung 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TRIBUN - Pelaksana Tugas Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli diam-diam, memikat hati Olly Dondokambey, Gubernur Provinsi Sulawesi Utara. Bukan soal politik, melainkan sektor pertanian.

Tanaman vanili, sempat menjadi primadona hasil pertanian saat harganya tinggi di era 1990-an. Hal ini membuat orang nomor satu di Sulut kepincut untuk menggelorakan lagi.

"Pekan lalu saya dan pak Gubernur melihat tanaman vanili di kebun saya, di Bitung. Dia tertarik untuk menggelorakan pengembangan sektor pertanian khususnya tanaman vanili," kata Kandoli, Senin (16/4).

Niat plt Bupati Mitra disektor hasil pertanian tanaman vanili, bukan isapan jempol semata. Saat Membawa Gubernur Olly ke areal tanaman vanili di Bitung, tanamannya sudah berusia enam bulan tak lama lagi akan dipanen.

"Sekarang lebe bae (lebih baik) tanam vanili dari pada berpolitik," candanya.
Dijelaskannya, saat ini menanam vanili sudah modern tidak tradisional lagi, mulai dari areal tanam, dulu arealnya harus luas sekarang arealnya relatif tidak terlalu besar. Kata Kandoli, dulu 30 ribu batang bibit tanaman vanili harus ditaman di lahan yang isinya 30, namun sekarang cukup di lahan yang isinya 20.

"Hitung-hitungan sekarang, kalau 30 ribu batang bisa hasilkan 2 ons untuk setiap pohonnya. 30 pohon bisa dapat 5 ton mentah. Harga 1 ton vanili kering Rp 6 sampai Rp 7 juta, sehingga dalam satu kali panen bisa meraup uang Rp 7 miliar. Satu tahun sekali panen," jelasnya.

Kata dia, proses menanam vanili harus ada perhatian ekstra ketika usia sudah menginjak sembilan bulan, tanaman vanili harus dijaga dengan baik kalau perlu pasang CCTV dan membuat tembok atau pagar tinggi.

"Ini supaya tidak ada pencuri yang mengambil tanaman vanili," tambahnya.
Kandoli sedikit bernostalgia mengenai kejayaan tanaman vanili, diera tahun 90-an. Namum oleh ulah para petani yang menghalalkan segara cara untuk mendapat hasil vanili yang besar dan berat, berdampak pada anjloknya harga vanili.

"Dulu kan vanili, disuntik air raksa dan dibuat macam-macam supaya berat. Sementara bahan yang dipakai untuk membuat vanili berat bahaya untuk kesehatan," jelasnya.

Saat ini dalam mengembangkan tanaman vanili, Kandoli tidak memakai alat tradisional seperti patok melainkan baja ringan untuk pertumbuhan vanili.

Sebelumnya, gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam kunjungan ke lokasi tanaman vanili milik plt Bupati Mitra Ronald Kandoli di kota Bitung, berkeinginan mengembalikan kejayaan Vanili di Sulut. (crz)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help