TribunManado/

Ini Komentar Kasat Lantas Polres Bitung Terkait 'Adu Kambing' Truk dan Yamaha Vega

Motor Yamaha Vega 'adu kambing' dengan mobil dump truk pengangkut pasir di jalan raya Danowudu, Kecamatan Ranowulu, Bitung Senin (16/4)

Ini Komentar Kasat Lantas Polres Bitung Terkait 'Adu Kambing' Truk dan Yamaha Vega
Kecelakaan lalu lintas terjadi antara sepeda motor Yamaha Vega dan mobil dump truk pengangkut pasir di Jalan raya Danowudu, Kecamatan Ranowulu, Senin (16/4/2018). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Motor Yamaha Vega adu kambing dengan mobil dump truk pengangkut pasir di jalan raya Danowudu, Kecamatan Ranowulu, Bitung, Senin (16/4). Satu korban meninggal dunia.

Kendaraan motor bernomor polisi ZR DB 2397 CN dikendarai oleh Yenny Surupati (34) warga Dua Saudara, dan membonceng Louce Damapolii (68) warga Dua Sudara, dan seorang bocah Geraldo Basangai (3).

Sementara dump truk DB 8327 CG dikemudikan oleh Servie Lantang (41) warga Watudambo Minut.
Sepeda motor bergerak dari arah Pinokalan dan hendak pulang ke rumah di Dua Sudara.

Saat melintas di jalan raya Danowudu, tiba-tiba dari arah Dua Sudara menuju arah Pinokalan bergerak dump truk yang tidak bermuatan tersebut.

Kondisi jalan yang menikung menyebabkan kedua kendaraan bertemu dan tabrakan pun tak terelakkan.
Siapa yang masuk jalur berlawanan, masih dalam penyelidikan Satuan Lalulintas Bitung'>Polres Bitung.
Akibat kejadian tersebut, pengendara motor dan penumpangnya terjatuh, hingga menyebabkan Yeni Surupati mengalami luka robek dan patah pada tulang betis kaki kanan. Sedangkan bocah yang ikut menumpang tidak apa-apa.

Sementara, Louce Damapolii meninggal dunia di lokasi kejadian, karena luka berat di kepala.
Para korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Manembo-nembo, satu dirawat, sementara korban meninggal dunia dibawa ke ruang jenazah.

"Kami masih melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan tersebut," jelas AKP Andri Permana Kasat Lantas Bitung'>Polres Bitung.

Beberapa saksi sudah dimintai keterangan, termasuk sopir truk. Sementara kendaraan sudah diamankan di Mapolres Bitung.

Steady Lantang, pemilik truk menjelaskan, truknya tersebut biasa digunakan untuk mengangkut material ke perusahaan.

"Cuma tadi memang tidak memuat apa-apa," ujarnya.

Tanggung Biaya RS

Sebagai pemilik Truk, Steady tahu harus bertanggungjawab, tanpa harus melihat siapa yang benar dan siapa salah.

"Saya sementara mengurus korban yang luka di RS Manembo-nembo, semua biayanya saya tanggung, termasuk korban meninggal dunia, mulai dari rumah sakit sampai penguburan," jelas dia.
Ia mengatakan, tidak ada yang menghendaki kejadian kecelakaan tersebut.

"Tapi saya mau bertanggungjawab, termasuk meringankan beban keluarga, tadi juga saya sudah bertemu dengan keluarga dan meminta maaf, juga saya sampaikan belasungkawa," kata dia. (amg)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help