Amir Liputo Protes Dokumen Tak Lengkap, Kadis PUPR Terpaksa 'Angkat Kaki'

Rapat Panitia Khusus DPRD Sulut membahas laporan keterangan pertanggungjawaban gubernur untuk tahun anggaran 2017 di Ruang Sidang Paripurna.

Amir Liputo Protes Dokumen Tak Lengkap, Kadis PUPR Terpaksa 'Angkat Kaki'
TRIBUN MANADO/RYO NOOR
Rapat Panitia Khusus DPRD Sulawesi Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Rapat Panitia Khusus DPRD Sulawesi Utara (Sulut) membahas laporan keterangan pertanggungjawaban gubernur untuk tahun anggaran 2017 di Ruang Sidang Paripurna,Senin (16/4/2018).

Setiap perangkat daerah Pemprov Sulut melaporkan pertangungjawaban terkait program yang sudah dilakukan selama 2017.

Sayangnya, dokumen pendukung untuk rapat ternyata belum dilengkapi oleh perangkat daerah.

Amir Liputo, Anggota Pansus LKPJ protes dengan kondisi ini.

Banyak informasi yang harusnya bisa detail diketahui pansus tak bisa diperoleh karena dokumen tidak lengkap

"Jangan cuma bicara anggaran berapa. Berapa program yang dijabarkan berapa yang tercapai," kata Amir Liputo

Amir menyampaikan perangkat daerah menyampaikan kinerja pencapaian program, sehingga pansus bisa melihat hal itu sudah tergambar dalam dalam laporan.

"Kami tidak pegang itu ini dimasukan dulu. Tidak ada program kerja indikator. Dimana ini tolong dilengkapi," ujar politisi PKS ini.

Protes ini pun ditanggapi serius oleh Ketua Pansus Ferdinand Mewengkang.

Ketua pansus meminta agar dokumen dilengkapi.

Protes dari Pansus ditindaklanjuti oleh Sekprov Edwin Silangen.

"Dinas PUPR dipending dulu untuk lengkapi permintaan pansus," kata Edwin.

Steve Kepel kepala dinas PUPR yang duduk di ruang sidang terpaksa angkat kaki untuk melengkapi dokumen. (Tribun Manado/Ryo Noor)

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help