Segelas Alkohol di Atas Batas Aman Memperpendek Umur 30 Menit

Bukan lagi rahasia jika minum alkohol berpengaruh pada tubuh manusia. Sebuah penelitian terbaru kembali menegaskan hal ini.

Segelas Alkohol di Atas Batas Aman Memperpendek Umur 30 Menit
GeorgeRudy
Minuman beralkohol 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bukan lagi rahasia jika minum alkohol berpengaruh pada tubuh manusia. Sebuah penelitian terbaru kembali menegaskan hal ini.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Cambridge ini menegaskan bahwa minum alkohol bisa mempersingkat hidup Anda.

Penelitian itu juga menyebut bahwa setiap gelas anggur atau bir yang diminum setelah batas aman memotong setengah jam umur yang diharapkan hingga 40 tahun.

Dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal medis the Lancet, para peneliti menjelaskan batas aman minum anggur atau alkohol adalah sekitar lima gelas berukuran 175 mililiter dalam seminggu, sekitar 100 gram atau 12,5 unit total per minggu.

Lebih dari batas tersebut, alkohol bisa menimbulkan berbagai risiko penyakit seperti stroke, aneurisma fatal (arteri pecah di dada), gagal jantung, hingga kematian.

Para peneliti mengatakan, risiko bagi orang yang berusia 40 tahun atau lebih ketika minum dalam batas tersebut sebanding dengan merokok.

"Makalah ini memperkirakan seseorang berusia 40 tahun minum 4 unit sehari di atas batas aman (setara dengan 3 gelas anggur setiap malam) memiliki harapan hidup lebih rendah dua tahun... Jadi seolah-olah setiap unit di atas batas aman mengambil rata-rata 15 menit kehidupan seseorang atau hampir sama dengan sebatang rokok," ungkap David Spiegelhalter, Profesor di University of Cambridge dikutip dari The Guardian, Kamis (12/04/2018).

"Tentu saja, terserah kepada individu apakah mereka pikir (makalah) ini bermanfaat," imbuhnya.

Meski menyimpan bahaya, minum alkohol punya beberapa manfaat. Salah satunya adalah mengurangi kemungkinan serangan jantung yang tidak fatal.

"Namun, ini harus mempertimbangkan risiko yang lebih tinggi terkait dengan penyakit serius dan berpotensi fatal, seperti penyakit kardiovaskular lain," ungkap Dr Angela Wood, penulis utama penelitian ini.

Halaman
12
Editor: Rine Araro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved