Tinggalkan Anak Istri di Pelabuhan Bitung, 31 Warga Filipina Dideportasi dengan Kapal Perang

Kantor Imigrasi Kota Bitung mendeportasi terhadap 31 warga Negara Filipina di pelabuhan laut Satrol Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (13/4/2018).

Tinggalkan Anak Istri di Pelabuhan Bitung, 31 Warga Filipina Dideportasi dengan Kapal Perang
TRIBUN MANADO/ALPEN MARTINUS
Seorang warga Filipina hendak naik ke kapal mencium putrinya di Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (13/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Kantor Imigrasi Kota Bitung mendeportasi terhadap 31 warga Negara Filipina di pelabuhan laut Satrol Bitung, Sulawesi Utara, Jumat (13/4/2018).

Mereka dideportasi dengan menumpangi kapal perang angkatan laut Filipina Davao Del Sure, yang kebetulan kapal tersebut akan kembali ke Filipina setelah usai menggelar coordinated patrol (corpat) Philindo 2018 di Manado.

Warga Filipina yang dideportasi tersebut berasal dari Rudenim Manado 14 orang, Kanim Bitung 2 orang, Kanim Manado 1 orang, Rudenim Balikpapan 6 orang, Kanim Ambon 4 orang, dan Kanim Tarakan 4 orang.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulut Dodi Karinda mengatakan bahwa 31 orang ini dideportasi menumpang kapal perang Filipina.

"Namun nanti dalam perjalanan akan ditransfer menggunakan kapal lain untuk membawa mereka ke Davao, sebab kapal perang Filipina tersebut akan melanjutkan patroli," jelasnya.

Nanti di Davao, menurutnya, 31 warga Filipina tersebut akan dijemput oleh Dinas Sosial di Filipina untuk kemudian mengantar mereka ke daerah mereka masing-masing.

Sebenarnya menurut dia ada 39 orang yang akan dideportasi.

Namun tujuh orang masih dalam proses.

Sementara satu orang mengurungkan niat lantaran ada keluarga di Bitung.

Halaman
12
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help