Perang Rusia - AS Bisa Dimulai dari Suriah
Militer negara-negara Barat diduga sedang mempersiapkan serangan terhadap Suriah, tetapi Rusia, sekutu Suriah, menentangnya dengan keras.
TRIBUNMANADO.CO.ID, RUSIA - Dubes Rusia di PBB mengatakan perang antara Rusia dan AS di Suriah adalah kemungkinan yang 'tidak dapat dikesampingkan,' sementara Donald Trump mengatakan AS segera ambil keputusan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia dan timnya memperlakukan situasi di Suriah menyusul dugaan serangan kimia di kota Douma, "dengan sangat, sangat serius".
Militer negara-negara Barat diduga sedang mempersiapkan serangan terhadap Suriah, tetapi Rusia, sekutu Suriah, menentangnya dengan keras.
Duta besar Rusia di PBB Vassily Nebenzia mengatakan dia "tidak dapat mengesampingkan" kemungkinan perang antara Rusia dan AS.
Betapa pun, katanya, "prioritas terpenting adalah menghindari bahaya perang," katanya kepada wartawan, Kamis (12/3).
Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dia memiliki 'bukti' bahwa pemerintah Suriah telah menyerang Douma dengan senjata kimia.
Di Inggris, sidang kabinet menyetujui "perlunya mengambil tindakan" di Suriah untuk "mencegah penggunaan senjata kimia lebih lanjut ", kata kantor Perdana Menteri Theresa May.
Video yang belum terfirivikasi ini menunjukkan anak-anak dirawat menyusul dugaan serangan kimia.
Theresa May berbicara melalui telepon dengan Presiden Trump Kamis malam dan sepakat untuk "tetap bekerja sama dengan erat" mengenai masalah ini, tambah pernyataan itu.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengaku telah mnemiliki bukti serangan kimia pemerintah Suriah.
Pada hari Minggu, sehari setelah serangan itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin harus bertanggung jawab atas 'kekejaman' di Douma, karena mendukung pemerintah Suriah.
Trump membatalkan perjalanan ke Amerika Latin dan menggalang dari para pemimpin Prancis dan Inggris, untuk melancarkan serangan ke Rusia.
Pada hari Rabu dia mengatakan rudal-rudal AS akan 'datang' menghantam Suriah tetapi pada hari Kamis dia mencuit bahwa dia "tidak pernah mengatakan kapan". Serangan rudal ini "bisa segera atau tidak segera sama sekali", katanya.
Dia kemudian mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih: "Kami mengadakan pertemuan hari ini tentang Suriah ... Kami harus mengambil keputusan lebih lanjut. Jadi keputusan akan segera dibuat." (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/korban-perang_20180322_015916.jpg)