Legi Terkenang Masa Muda, Pernah Menjadi Peserta Lintas Alam

Pelaksanaan lomba Lintas Alam dan Penghijauan Gunung Soputan, mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh.

Legi Terkenang Masa Muda, Pernah Menjadi Peserta Lintas Alam
TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Panitia KPA Baranei dan pemerintah kecamatan melepas peserta lomba lintas alam dan penghijauan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Pelaksanaan lomba Lintas Alam dan Penghijauan Gunung Soputan, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, yang digagas oleh kelompok pencinta alam (KPA) Baranei Tombatu mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh.

Mereka antara lain Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga Jhon Mamahit, Camat Tombatu Hesky Kumesan, dan Tokoh Masyarakat Tombatu Jesaja Jocke Legi.

"KPA Banarei ini penuh kreativitas dalam menyelenggarakan kegiatan yang berhubungan dengan alam‎," kata Jhon Mamahit, Jumat (13/4/2018).

Menurutnya, lintas alam seperti ini, sudah dialami dan terjadi pada masyarakat petani, karena dahulu belum ada kelompok pecinta alam (KPA) baru sebatas generasi pencinta alam dan mapala.

Dalam undang-undang kepemudaan Permen nomor 40 tahun 2009, kegiatan ini merupakan kegiatan pemberdayaan pemuda patut diapresiasi.

"Banyak kegiatan kepemudaan yang tidak menyentuh dengan alam apalagi penghijauan, hingga terjadi bencana. Kurangnya ruang hijau yang harus dipelihara dan kembangkan, sehingga melalui kegiatan seperti ini, alam tetap terjaga," tandasnya.

Jesaja Jocke Legi, tokoh masyarakat Tombatu, mengatakan KPA Baranei semakin didepan dalam pelaksanaan lomba lintas alam sehingga patut di apresiasi.

"Harus semakin dan tetap eksis serta konsen dengan kegiatan positif seperti ini," kata Legi.

Menurutnya, lintas alam erat kaitannya dengan alam.

Dalam perlombaan nanti harus menaati rambu dan aturan yang sudah dilaksanakan karena alam di Minahasa Tenggara banyak tantangannya.

"Yang utama tidak merusak alam, misalnya dalam perjalanan saat haus melanda, liat kelapa muda milik orang diambil. Itu jangan dilakukan," pesannya.

"Kegiatan lintas seperti ini, membuat saya mengenang saat muda dulu, sering menjadi peserta lomba lintas alam. Kenangannya ada suka dukanya, sering terjadi kesalahpahaman di situ. Kita diuji sebagai peserta lintas alam," ujarnya sambil berharap ke depan libatkan instansi pemerintah terkait agar semakin meriah.(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help