Pilpres 2019

Gerindra Belum Tanggapi Permintaan PKS soal Pendamping Prabowo

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menginginkan kadernya dipilih sebagai pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Gerindra Belum Tanggapi Permintaan PKS soal Pendamping Prabowo
KOMPAS.COM/Andi Hartik
Presiden PKS Sohibul Iman usai menghadiri halal bi halal oleh DPW PKS Jawa Timur di Hotel Royal Orchid Garden, Batu, Malang, Minggu (31/7/2016) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menginginkan kadernya dipilih sebagai pendamping Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Menurut pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, hal itu wajar, melihat mesin politik yang dimiliki oleh PKS.

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto (KompasTv)

"Bagaimana pun mesin partai dari PKS jauh lebih solid ketimbang Gerindra," tegas Pendiri Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) ini kepada Tribunnews.com.
Meskipun memang imbuh dia, secara kursi di parlemen, PKS kalah besar daripada Gerindra.

"Tapi militansi kader PKS di Indonesia paling kuat dibanding partai-partai politik lainnya," jelas Hendri Satrio.
Baca: KPU Minta KY Telusuri Pelanggaraan Kode Etik Hakim Gugatan PKPI
Jadi, kata dia kembali kepada syarat tadi, kalau Gerindra tidak mau menyambut permintaan partai pimpinan Sohibul Iman tersebut, bisa saja PKS memalingkan dukungan.

Menurutnya PKS bisa saja memilih untuk bergabung ke poros baru yang didengungkan Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Jadi hati-hati Gerindra dalam menyikapi syarat dari PKS. Apalagi mereka sudah bersama-sama selama ini di pilkada-pilkada strategis, seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta dan Jawa Barat," pesannya.

Presiden PKS Sohibul Iman memastikan, partainya siap berkoalisi dengan Gerindra untuk mengusung Prabowo. Namun, dengan syarat, Prabowo harus menggandeng salah satu dari sembilan kader PKS yang sudah ditetapkan sebagai bakal calon presiden/wakil presiden.

"PKS siap koalisi dengan Gerindra dengan salah satu syarat adalah cawapres diambil dari kesembilan kader PKS tersebut," kata Sohibul, Kamis (12/4/2018).

Sohibul mengatakan, setelah Prabowo menyatakan siap menjadi capres dalam rapat koordinasi Partai Gerindra kemarin, akan ada pembicaraan lebih fokus terkait siapa di antara sembilan kader PKS yang akan jadi cawapres Prabowo.

"Kami berharap kurang dari sebulan ini hal tersebut menjadi jelas," kata Sohibul.
Adapun sembilan kader PKS yang dimaksud adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Kemudian di daftar itu, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al'Jufrie, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring, Ketua DPP PKS Al Muzammil Yusuf, dan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.
Menanggapi syarat PKS tersebut, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menyatakan, partainya belum bisa menentukan Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk Prabowo.

Ia mengatakan, Gerindra belum bisa memastikan soal Cawapres karena akan dibicarakan terlebih dahulu dengan partai lain yang nantinya akan berkoalisi.

"Kami pahami, mengerti dan menghormati apa yang jadi permintaan dan harapan PKS. Pasti kami perhatikan. Tapi juga harus hargai partai lain agar koalisi lebih besar," kata Riza.
Riza mengatakan, Gerindra terus menjalin komunikasi dengan PAN dan PKB untuk membangun koalisi yang lebih besar.

Prabowo sebelumnya menyatakan kesiapannya saat diberi mandat oleh partainya untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2019.(*)

Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved