Akhir April 2018, Korupsi Median Jalan Tembus Meja Hijau

Dugaan korupsi proyek median jalan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado dipastikan akan berjalan mulus sampai pada tahap proses persidangan

Akhir April 2018, Korupsi Median Jalan Tembus Meja Hijau
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Proses penanganan dugaan korupsi proyek median jalan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado Tahun Anggaran 2017, dipastikan akan berjalan mulus sampai pada tahap proses persidangan.

Bahkan penyidik bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado yang menyidik perkara ini telah menargetkan sebelum berakhir bulan April 2018 perkara tersebut sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado.

"Proses kasus dugaan korupsi ini ditargetkan tembus pengadilan tak lewat dari bulan April. Akan diupayakan sebelum pindah sudah dilimpahkan ke pengadilan," ujar Kepala Seksi Pidana Khsusus (Kasipidsus) Kejari Manado Melly Soeranta Ginting, ketika dihubungi Tribun Manado, Rabu (11/4).

Ia menambahkan pekan ini akan memeriksa, para tersangka yang telah ditetapkannya.

“Ada lima tersangka yang siap kita periksa pekan ini, pastinya proses tetap berjalan," jelasnya.

Diketahui, kasus dugaan korupsi proyek media jalan, Kejari Manado telah menetapkan lima tersangka. Salah satunya Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Dinas Lingkungan Hidup inisial YW. Selain itu, empat tersangka lain, yakni inisial RC, S, R, dan J.

Diketahui proyek media jalan di sepanjang Mako Brimob hingga Bandara memiliki banderol Rp 1,2 miliar.

Pemenang tendernya adalah CV Nirmala. Saat mengusut kasus ini, penyidik telah mendapati kejanggalan pengerjaan proyek.

Salah satunya, kekurangan volume dalam pengerjaan proyek. Akibatnya, tercipta kerugian Negara sebesar Rp 300 juta lebih.

Penulis: Nielton Durado
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help