7 Kasus pada 2018, Kabupaten Mitra 'Waspada' Kasus DBD

Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) kini dalam keadaan waspada penyakit demam berdarah dengue (DBD).

7 Kasus pada 2018, Kabupaten Mitra 'Waspada' Kasus DBD
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Petugas melakukan fogging di rumah warga 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) kini dalam keadaan waspada penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Data dan informasi yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mitra, khususnya bidang pencegahan dan pengendalian penyakit menular.

"Hingga Selasa kemarin sudah tujuh kasus DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan dr Helny Ratuliu melalui Bidang pencegahan dan pengendalian penyakit menular dr Rany Losung, disela melakukan fogging di Kelurahan Wawali Kecamatan Ratahan, Rabu kemarin.

Ketujuh kasus DBD terjadi di Desa Kalait, Kelurahan Nataan, kelurahan Lowu Utara, Desa Ratatotok, kelurahan Lowu dua kasus dan kelurahan Wawali, oleh petugas sudah melakukan fogging.

Pihaknya juga ditopang dengan keberadaan tim gerak cepat (TGC) disetiap rumah sakit di daerah yang ada di Mitra. Saat mendapat hasil positif, langsung disampaikan ke daerah yang warganya kena DBD untuk ditindak lanjuti dengan kegiatan fogging.

Dijelaskanny, fogging sebagai pengendalian nyamuk untuk nyamuk dewasa. Harus diawali
dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dengan 3M mengubur menguras dan menutup.

"Ada plusnya, kalau tampung air pakai larfa sida, kalau ada piara ikan di kolom pemakan jentik, pasang kelambu dan lainnya," jelasnya.

Adapun penyebab DBD karena ada jentik-jentik nyamuk yang tergenang di barang bekas di halaman, harus di buang lalu ditimbun. Di lokasi yang kena DBD sudah jarang bahkan tidak ada kerja bakti dan tidak lagi dilakukan Jumat bersih.

"Kalau ada kerja bakti dan bersih, pemberantasan sarang nyamuk di Kecamatan tidak ada sehingga terjadi kasus DBD. Yang mereka tau hanya fogging padahal itu racun, harus disampaikan lagi dan diingat-ingatkan lagi oleh camat dan kepala puskesmas," urainya.

Kepala dinas kesehatan Kabupaten Mitra dr Helny Ratuliu, meminta harus disosialisasi untuk camat dan kepala puskesmas melakukan bersih-bersih lingkungan

. Untuk kusus yang di Ratatotok, hasil penyelidikan epidemiologi disamping rumah ada bengkel tampal ban. Air yang dipakai untuk cek ban bocor tidak diganti sehingga memunculkan jentik.

"Kalau yang di Kalait banyak rawah," tambah Helny.

Adapun persebaran DBD menyeluruh di Kabupaten Mitra tidak pilih tempat. Untuk kaus DBD hingga memakan korban jiwa terjadi pada tahun 2016, sebanyak satu kasus di daerah Belang.

"Disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti yang hidup di air bersih," tandasnya.

Tags
Mitra
DBD
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help