Awasi Akuisisi Grab dan Peralihan Driver Uber, Begini Kata KPPU

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menegaskan akan terus mengawasi bisnis yang dijalankan Grab

Awasi Akuisisi Grab dan Peralihan Driver Uber, Begini Kata KPPU
(Kr-Asia)
Grab dan Uber dikabarkan bakal merger di Asia Tenggara. 



TRIBUNMANADO.CO.ID JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menegaskan akan terus mengawasi bisnis yang dijalankan Grab pasca mengakuisisi Uber.

Hal itu dilakukan guna menjaga persaingan di bisnis transportasi online tetap sehat.

“Kami berharap tetap ada kompetisi, maka KPPU akan melakukan monitoring terhadap perilaku monopolinya.

Karena orang boleh melakukan monopoli, tapi jika melakukan praktik monopoli, itu yang dilarang,” ujar Komisioner KPPU Saidah Sakwan di Jakarta, belum lama ini.

Ilustrasi taksi online
Ilustrasi taksi online ()

Ia mengatakan, jika nanti kemudian ada salah satu pemain yang bertindak monopoli, dengan memainkan harga, maka regulator akan turun tangan.

"Praktik ini yang nanti akan kami monitor dari sisi perilaku. Apakah nanti Grab berperilaku monopoli atau tidak.

Karena dalam Undang Undang Persaingan Usaha tidak boleh berperilaku monopolitisik," katanya lagi.

Selain itu, KPPU juga mencermati proses peralihan mitra Uber ke Grab yang tidak berjalan lancar.

Meski menjadi persoalan terpisah dari isu persaingan usaha, namun KPPU memiliki kewenangan untuk menjaga agar tidak merugikan driver selaku mitra.

Hal itu tertuang dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Halaman
1234
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help