THE REAL HERO! Pria ini Tinggalkan Bank Dunia Demi Merubah Hidup Mantan Petani Ganja

Selama berkarier di Bank Dunia, Muslahuddin mengaku banyak mendapatkan kesempatan untuk berkeliling ke seluruh pelosok Indonesia, bahkan dunia

THE REAL HERO! Pria ini Tinggalkan Bank Dunia Demi Merubah Hidup Mantan Petani Ganja
KOMPAS.com/RAJA UMAR
Muslahuddin Daud, mantan karyawan Bank Dunia yang memilih menjadi petani palawija dan mengajak para petani ganja di Desa Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, untuk menanam palawija. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berbekal dari pengalaman selama 13 tahun berkarier di World Bank (Bank Dunia), Muslahuddin Daud kini mampu meyakinkan sejumlah petaniganja di Desa Lamteuba, Kecamatan Seulimum, Kabupaten AcehBesar, Aceh, untuk menanam palawija.

“Saya memilih menjadi petani karena ingin mengubah kelompok marjinal untuk dapat hidup yang lebih layak,” kata Muslahuddin Daud.

Dia juga merupakan mantan aktivis Forum LSM Aceh yang fokus pada program resolusi konflik sejak tahun 1999.

Selama berkarier di Bank Dunia, Muslahuddin mengaku banyak mendapatkan kesempatan untuk berkeliling ke seluruh pelosok Indonesia, bahkan ke sejumlah wilayah di dunia.

Hal itu membuat ia menemukan sejumlah indikasi yang menjadi faktor para petani di Tanah Air terus tertinggal dan termarjinalkan.

“Faktor yang membuat petani terus tertinggal di antaranya infrastruktur, pemasaran, akses keuangan, dan kelembagaan. Banyak sekali ruang yang belum terisi oleh pemerintah. Selama ini yang terjadi pembangunan berdasarkan ego sektoral sehingga aspek kegunaan terhadap petani tidak tepat,” ujarnya.

Muslahuddin Daud dan sejumlah warga Lamteuba, mantan petani ganja, sedang memuat hasil panen pepaya ke mobil pikap untuk dibawa ke pasar, Selasa (3/4/2018).(KOMPAS.com/RAJA UMAR)
Muslahuddin Daud dan sejumlah warga Lamteuba, mantan petani ganja, sedang memuat hasil panen pepaya ke mobil pikap untuk dibawa ke pasar, Selasa (3/4/2018).(KOMPAS.com/RAJA UMAR)

Di Desa Lamteuba, setidaknya Muslahuddin telah memiliki lahan sekitar 20 hektar yang ditanami berbagai jenis tanaman palawija, seperti pepaya, jagung, cabai, dan bawang.

Sejak dua tahun lalu, lahannya itu dikelola oleh empat keluarga mantan petani ganja.

“Ada empat keluarga yang mengelola lahan saya. Mereka saya ajak untuk ikut saya menanam palawija, yang saya tawarkan ke mereka konsep petani cerdas. Artinya, semua petani memiliki potensi, tapi selama ini mereka tidak diberdayakan,” ucap Muslahuddin.

Salah satunya Jafaruddin (31). Warga Desa Lamteuba yang sebelumnya menanam ganja itu kini dipercaya Muslahuddin untuk mengelola kebun pepaya dan jagung miliknya sejak awal proses tanam dua tahun lalu.

Halaman
12
Editor: Try Sutrisno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help