Hari Raya Paskah, Uskup Pimpin Misa dan Makan Bersama Umat di Paroki Kokoleh

Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC merayakan Hari Raya Paskah di Paroki Santo Fransiskus De Sales Kokoleh

Hari Raya Paskah, Uskup Pimpin Misa dan Makan Bersama Umat di Paroki Kokoleh
DAVID MANEWUS
Uskup Pimpin Misa dan Makan Bersama Umat di Paroki Kokoleh 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI-Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC merayakan Hari Raya Paskah di Paroki Santo Fransiskus De Sales Kokoleh, Minggu (1/4/2018). Ia memimpin misa di gereja paroki.

Setelah misa, uskup beramah tamah dan makan bersamq dengan umat di aula paroki. Ia disambut ucapan selamat datang oleh ketua stasi Paroki Kokoleh, Decky Assa

Adolf Andries, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Kokoleh mengaku gembira dengan kunjungan pastoral uskup. Kunjungan uskup mengembirakan 17 stasi.

"Umat terbanyak di pusat paroki dan Stasi Lumpias.. Yang tersedikit itu di Stasi Werot," katanya.

"Dengan pundi-pundi terbanyak itu, saya sudah berdiskusi dengan Pastor Aloysius Wilar (Apet) dan Pastor Berty Rumodor (Pastor Stasi Likupang) dengan wilayah besar diusulkan sudah ada paroki baru. Jawabannya memang perlu kajian. Kalau boleh adanya Paroki Diaspora karena wilayah pelayanan cukup banyak," ujarnya.

Ia mengatakan kunjungan pastoral ini menguatkan umat. Itu akan memperkuat apa yang selalu didoakan dalam doa Yubileum yaitu semakin Katolik dan Apostolik.

"Kami bangga Katolik," katanya.

Uskup mengatakan kebangkitan Kristus merupakan sukacita bersama. Ia datang bukan dalam kunjungan resmi seperti Krisma, pemberkatan gereja dan lain-lain.

"Ini pelayanan yang biasa-biasa. Daripada di Katedral terus, saya mau dekat umat dan bersukacita bersama dengan umat," katanya.

Ia mengaku sudah mendengar banyak hal saat menunggu sebelum misa. Ia mengaku diberitahu mulai dari awal perjalanan 71 tahun umat Katolik Paroki Kokoleh.

"Digarisbawahi ada 17 stasi karena itu ini tahun ketiga ditempatkan seorang pastor di stasi dan biasanya mengarah ke paroki. Dan itu biasanya begitu seperti Langowan yang dahulu miliki banyak stasi dan kini stasi-stasinya sudah punya paroki sendiri," katanya.

Saat Desember Natal dan Tahun lalu, uskup mengaku mengunjungi lima paroki di Banggai Darat maupun Banggai Laut. Nulion misalnya memiliki 16 stasi dengan stasi terdekat jaraknya 104 km dari pusat paroki.

"Umat memang harus membangun dengan mulai berpikir. Terima kasih untuk waktu itu karena bukan main semangat umat untuk berkembang dan menghasilkan buah-buah," ujarnya.

Pastor Aloysius Wilar mengucapkan terima kasih atas kunjungan uskup. Itu memperkuat pastoral dan misioner.

Penulis: David_Manewus
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved