Inilah Penegasan Sekda Mitra Jika ASN Tak Masuk Kerja

Pemotongan TKD berdasarkan akumulasi pelanggaran yang dilakukan selama satu bulan kerja

Inilah Penegasan Sekda Mitra Jika ASN Tak Masuk Kerja
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Para ASN saat mengikuti apel korpri di lapangan kantor Bupati Mitra beberapa hari lalu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, memberikan tunjangan kerja daerah (TKD) kepada aparatur sipil negara dengan harapan dapat menambah kinerja, meningkat dan disiplin dalam tugas pekerjaan.

"Pemberian TKD dari pemkab harus diimbangi dengan kinerja, jika banyak melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Bupati Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pemberian Tambahan Penghasilan," ujar Kabid Pengadaan dan Pemberhentian dan Penilian Kinerja Aparatur Helga Mosey, kepada Tribun Manado, Rabu (21/3).

Pihaknya tidak sungkan dalam memberikan sanksi kepada ASN dan honorer yang melakukan pelanggaran di saat bekerja. Bahkan jika lima hari berturut-turut tidak masuk tanpa keterangan, diberikan teguran oleh BKPSDM dan tidak menerima TKD penuh. Hal yang sama berlaku setiap pelaksanaan sidak dan tiga kali berturut-turut tidak ada di tempat.

"Pemotongan TKD berdasarkan akumulasi pelanggaran yang dilakukan selama satu bulan kerja," pungkasnya.
Terpisah Robby Ngongoloy, Sekretaris Daerah Kabupaten Mitra  akan berkoordinasi dengan instansi terkait sehubungan dengan bidang tugas. Hasil evaluasi banyak kegiatan tanpa koordinasi sehingga terjadi tumpang tindah.

Ini tanggung jawab sekretaris organisasi perangkat daerah (OPD), karena motor dalam satu OPD adalah sekretaris," tegas Robby. (crz)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved