WNI Divonis Mati

Terpidana Hukuman Mati, Zaini Hasilkan Rp 18 Juta, Uang Hasil Tukang Cukur Rambut di Penjara

Jiwa pekerja keras pada diri Mochammad Zaini (47) sudah terlihat sejak masih menjadi sopir angkutan di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Terpidana Hukuman Mati, Zaini Hasilkan Rp 18 Juta, Uang Hasil Tukang Cukur Rambut di Penjara
Ist/Tribunnews.com
Almarhum Mochammad Zaini alias Slamet semasa hidupnya 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MADURA - Jiwa pekerja keras pada diri Mochammad Zaini (47) memang sudah terlihat sejak masih menjadi sopir angkutan di Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Syaiful Thoriq menunjukkan foto mendiang ayahnya, Mochammad Zaini yang dieksekusi mati atas tuduhan membunuh majikannya, Abdullah bin Umar pada 2004 silam. Sementara Mustofa hanya menunduk
Syaiful Thoriq menunjukkan foto mendiang ayahnya, Mochammad Zaini yang dieksekusi mati atas tuduhan membunuh majikannya, Abdullah bin Umar pada 2004 silam. Sementara Mustofa hanya menunduk (surabaya.tribunnews.com/ahmad faisol)

Meski dirinya berada dalam penjara Umumi Kota Makkah, Arab Saudi, Zaini masih mampu menghasilkan uang yaitu menjadi tukang cukur rambut di balik terali besi.

Kini, pria yang akrab disapa Slamet di kampung halamannya itu telah berpulang.

Baca: Istri Ke 2 Baru Meninggal, Ustadz Al Habsy Dukung Opick Lebih Dari Satu, Ini Sosok Istri ke 3

Baca: Temuan Baru: Sarapan Bantu Turunkan Berat Badan

Baca: Vicky Sebut Toleransi Wujud Kebersamaan Pemerintah dan Masyarakat

"Slamet pekerja keras. Ia memutuskan pergi ke Arab karena ingin lebih membahagiakan keluarganya," ungkap tetangga di kampung halaman, Munir (40), yang pernah bekerja bersama Zaini sebagai sopir angkutan.

Zaini meninggalkan Tanah Air pada 1992 dan memilih bekerja sebagai sopir pribadi di negara Arab Saudi.

Sembilan tahun kemudian, 2001, ia pulang ke kampung halaman dan membuat kios kecil yang melekat di sisi kanan rumahnya.

Baca: Diresmikan Wapres JK, Pendonor Bisa Sumbangkan Darahnya di Gerai Donor Darah Mantos

Halaman
123
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help