Harta Jarahan Perang Dunia II: Dari Kitab Perjanjian Baru hingga Salib Emas

Perang Dunia II ternyata tak cuma meninggalkan catatan sejarah yang memporakporandakan kehidupan dunia.

Harta Jarahan Perang Dunia II: Dari Kitab Perjanjian Baru hingga Salib Emas
www.haaretz.com
Mantan kapten pasukan SS Nazi, Erich Priebke, digiring polisi Argentina menuju pesawat terbang yang akan membawanya ke Italia pada 1995. Setelah diadili di Roma, pada 1998, Priebke dijatuhi hukuman seumur hidup setelah terbukti membantai 335 orang warga sipil Italia pada Maret 1944 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Perang Dunia II ternyata tak cuma meninggalkan catatan sejarah yang memporakporandakan kehidupan dunia.  

Tak sedikit pula harta karun hasil jarahan yang kini jadi rebutan para pemburu keberuntungan. 

Setiap kali satuan tentara tertentu menginyasi suatu wilayah, sudah pasti banyak barang jarahan yang bisa diharapkan, tak terkecuali ketika Nazi menguasai hampir seluruh Eropa tahun 1940. 

Pasukan Rusia di ibu kota Crimea, Sevastopol berlatih menjelang parade peringatan pembebasan kota itu dari pendudukan Nazi Jerman di masa Perang Dunia II. Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan hadir dan menyaksikan parade militer di kota itu.
Pasukan Rusia di ibu kota Crimea, Sevastopol berlatih menjelang parade peringatan pembebasan kota itu dari pendudukan Nazi Jerman di masa Perang Dunia II. Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan hadir dan menyaksikan parade militer di kota itu. (YURI LASHOV / AFP)

Dengan begitu banyak pusat kebudayaan tinggi di Eropa berada di genggaman mereka, pemimpin Nazi mulai melakukan operasi perampasan sistematis, yang skalanya hanya tertandingi oleh penjarahan yang dilakukan suku bangsa barbar ketika menyerbu Romawi. 

Kepala Staf Angkatan Udara Nazi Herman Goring, misalnya, memenuhi tanahnya yang luas di Karinhall dengan barang rampasan yang berupa lukisan, patung, dan permadani dari wilayah  pendudukannya. 

Di awal tahun 1945, di bawah ancaman serbuan tentara Rusia ia mengangkut kumpulan barang jarahah itu dengan konvoi motor yang selanjutnya menuju Selatan, ke daerah Bavaria yang lebih amah. Di tempat ini pula, kelak tentara Amerika berhasil mengambil alih barang jarahan itu. 

Demikian pula dengan nasib sebagian besar rampasan Nazi lainnya, yang berhasil direbut kembali dan dipulangkan pada pemilik sahnya. 

Namun masih ada saja isu yang bertahan hingga saat ini, tentang sejumlah besar timbunan harta karun, sebagian besar emas lantakan, yang konon disembunyikan di dasar satu atau beberapa danau di Austria. Menurut cerita yang beredar, pelakunya komandan batalion SS Otto Skorzeny.

Emas Antam
Emas Antam (afp)

Skorzeny inilah yang memimpin operasi pembebasan diktator Italia Benito Mussolini pada September 1943.

Ketika sekutu menginvasi Italia, Benito Mussolini berhasil digulingkan dan ditawan  di sebuah hotel di puneak Gran Sasso d'ltalia, pegunungan tertinggi di Abruzzi Apennines. 

Halaman
1234
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help