Proyek Kuwil Cemari DAS Tondano, Banyak Ikan Mati di Sungai, DPRD Minut Panggil Kontraktor

Material tanah, buangan proyek Waduk Kuwil, mencemari Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano.

Proyek Kuwil Cemari DAS Tondano, Banyak Ikan Mati di Sungai, DPRD Minut Panggil Kontraktor
tribun manado
Tanah, buangan proyek bendungan Kuwil mencemari sungai yang masuk DAS Tondano, Selasa (13/3/2018). 

Ia mengatakan, jika perusahaan berkoordinasi, maka bukan lokasi itu yang akan direkomendasikan sebagai tempat pembuangan tanah. "Saat (tanah) mulai jatuh di sungai, kami berikan teguran. Bahkan, pernah bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup turun ke lapangan," kata Kumtua. Ia menyayangkan. lantaran sekarang sungai sudah mengalami pendangkalan dan warnanya coklat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Minahasa Utara Tinneke Rarung mengatakan, mereka sudah pernah memberikan teguran terhadap perusahaan yang sudah membuang tanah di situ. "Nanti kami akan turun lagi ke situ," jelasnya.

Kabid Pencemaran Lingkungan dan Kerusakan Lingkungan DLH Minut Nico Lumowa menambahkan, akan turun lagi ke lokasi untuk melihat perkembangan terakhir.

"Kami akan lihat, sebab di situ kan bisa menyebabkan pencemaran baik dari udara, dan jalan yang licin saat hujan," kata dia.

Lanjut Nico, aliran sungainya bisa rusak. Terjadi pendangkalan, bahkan sangat berbahaya bagi warga. "Meski itu program pemerintah, namun kalau merusak lingkungan itu tidak bisa ditolerir. Tidak boleh sembarangan, apalagi ini aliran sungai," ujar dia.

Ketua Komisi II DPRD Minut Moses Kornelea mengatakan, sangat mengapresiasi upaya pemerintah dengan pembanguan waduk Kuwil. Namun, menurut legislator yang membidangi masalah lingkungan ini, pengerjaan proyek harus sesuai dengan aturan. "Kami sangat tidak setuju jika pekerjaan tersebut mencemari atau merusak lingkungan di sekitar, semisal sungai," ujarnya.

Kata dia, tanah yang dibuang dan jatuh terbawa sungai itu termasuk merusak alam. Akan berdampak pada manusia juga. "Kami akan turun lapangan dan melihat keadaannya langsung di lokasi, kemudian nanti akan kami panggil semua pihak terkait untuk melakukan hearing," katanya.

Kata Moses, meski program pemerintah, bukan berarti bisa merusak alam. "Kan ada perusahaan yang mengerjakan, mungkin bisa diberikan teguran," ujarnya.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey masih memaklumi jika memang kontraktor melakukan penggalian pasti ada risiko pencemaran. "Namanya mau gali buat bendungan airnya pasti coklat," ujar Gubernur.

Jika waduk sudah selesai akan normal lagi. Kata Gubernur, di sungai itu nanti bukan cuma soal sedimen (tanah), tapi ada rencana pengalihan air sungai ke terowongan Waduk Kuwil. "Jadi nanti sungai tak akan lewat aliran di situ (lokasi lama) lagi, masuk terowongan,'' ujarnya.
(amg/ryo/war)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help