Olly Siap Teken Pergub Taksi Online, Dishub Pakai Metode Suplay Demand

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey akan meneken Peraturan Gubernur soal Taksi Online

Olly Siap Teken Pergub Taksi Online, Dishub Pakai Metode Suplay Demand
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Olly Dondokambey 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey akan meneken Peraturan Gubernur soal Taksi Online jika sudah ada pembicaraan dengan semua yang berkepentingan.

Tak sembarang meneken Pergub, karena menyangkut kepentingan masyarakat. Secara umum ada dua kepentingan dalam Pergub ini yakni menjaga keberlangsungan angkutan konvensional dan mengakomodir angkutan aplikasi online. "Sudah rapat Organda dan online sementara cari titik temu," ujar Gubernur.

Pemerintah mengutamakan asas demokrasi dan tak boleh memihak. Soal pengesahan Pergub nanti, Olly siap saja meneken. "Siapa yang takut tanda tangan. Kalau tidak setuju nanti demo saja silahkan. Kan untuk perbaiki Sulu, semua kepentingan. Supaya semua ada pencaharian dan pendapatan. Taksi konvensional, dan juga pendukung program taksi online karena ini zaman now," ungkap Ketua DPD PDIP Sulut ini.

Dinas Perhubungan menetapkan kuota driver online sebanyak 997. Pemberlakuan kuota ini akan dituangkan dalam peraturan gubernur.

Dalam penetapan kuota ini Dishub menggunakan metode perhitungan suplay demand. Dari perhitungan menggunakan rumus akhirnya muncul angka 997. Hasil ini memantik protes dari driver online yang angkanya diklaim sampai 10 ribu. Jika kuota diberlakukan hanya sekitar 10 persen driver online yang terakomodir.

Lynda Watania, Kepala Dinas Perhubungan Sulut mengatakan, ada beberapa komponen perhitungan kuota driver online yakni total penggunaan sewa khusus taksi, waktu menuju lokasi (WL), waktu menunggu penumpang (WP), waktu tempuh, round trip time (waktu tempuh sekali putaran). "Komponen ini sesuai dengan Permen 108," ujar Lynda.

Dari komponen itu kemudian dimasukkan dalam rumus metode suplay demand. Asosiasi Driver Online menolak metode perhitungan Dinas Perhubungan untuk penetapan kuota driver online sebanyak 997.

Christian Yokung, Ketua Wadah Aplikasi Online
menyatakan tak sepakat dengan metode perhitungan Dishub. Ada komponen dalam perhitungan yang menurutnya perlu direvisi. WAO melakukan survei 500 orang terhadap 100 orang pelanggan dan dirver.

Per hari per orang rata-rata 3 permintaan. Ia juga menyorot soal waktu tunggu penumpang. Hasil survey menyatakan cukup mudah mendapat layanan aplikasi transportasi online. "Waktu tunggu di sini kita pertanyama pelanggan hasilnya menyatakan mudah," ujarnya.

Kemudian waktu tunggu pelanggan, sesuai metode yang ditetapkan Dishub mencapai 60 menit. Ia menilai kalau sejam lamanya untik di jemput oleh driver online, berarti ini kembali seperti zaman dulu. "Transportasi zaman dulu kita pakai tenaga hewan," ujarnya

Ia juga memprotes, waktu tunggu penumpang hanya 5 menit, bukan seperti penetapan dishub 20 menit, itu terlalu lama. "Pemahaman aplikasi, pesan driver maka yang terdekat langsung menuju," ujarnya. Begitu pun untuk pelayanan taksi online rata-rata 15 orang. (ryo)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help